• Jumat, 2 Oktober 2026
Berita Terbaru

Rektor IPB University: Upaya Kesadaran Cinta Lingkungan Bukan Persoalan Teknologi, Tapi Perilaku

IPB University senantiasa mendorong kegiatan Bijak Berplastik. Rektor IPB University, Prof Arif Satria mengatakan inisiatif membuka Telaga Inspirasi merupakan salah satu hal sederhana untuk mendorong warga IPB University dan masyarakat agar mencintai lingkungan. “IPB University juga mengolah limbah plastik sebagai sumur resapan. Sumur resapan berbahan limbah plastik ini sudah diproduksi massal dan diterapkan di Jawa Timur. Inovasi ini diapresiasi dengan baik oleh Gubernur Jawa Timur dan telah menarik perhatian Gubernur Jawa Barat untuk segera diterapkan di Jawa Barat,” ujarnya. Ia mengatakan hal tersebut dalam acara Bincang Santai 101 Climate Change Actions Bersama IDN Times dengan topik "Mewujudkan Kampus Hijau” melalui kanal Instagram (8/12). Menurutnya, sejak 2019, IPB University telah mengelola sampahnya sendiri. IPB University juga memiliki Taman Semangat dengan berbagai tempat sampah yang dibuat indah untuk mendorong kesadaran akan kebersihan lingkungan. Limbah organik yang dihasilkan IPB University juga diolah dan dijual sebagai media tanam di Botani Mart. “Meningkatkan kesadaran akan lingkungan bukanlah proses yang mudah. Hal ini berkaitan dengan perilaku, bukan teknologi. Perlu adanya upaya untuk memastikan kesadaran masyarakat dalam pemilahan sampah,” sebutnya. Ia berkeinginan agar seluruh masyarakat dapat terinspirasi oleh IPB University dalam pengelolaan sampah yang baik. Upaya dan berbagai inovasi yang dihasilkan ini menjadi contoh konkrit hasil pembelajaran di kampus. “IPB University juga telah berupaya untuk menyikapi bahaya krisis iklim. IPB University telah berkontribusi dari segi keilmuan secara konsep dan grand design di berbagai level. Konsep green campus telah diwujudkan dan diterapkan melalui berbagai penyesuaian kebijakan dan infrastruktur. Tujuan utamanya untuk memanfaatkan air secara bijak dan mengurangi emisi karbon. Ia menambahkan, kebijakan seperti pembatasan kendaraan bermotor di dalam kampus menjadi salah satu solusi. Warga IPB University diimbau untuk menggunakan fasilitas kampus seperti bus berbahan bakar biodiesel, mobil listrik, sepeda dan trotoar bagi pejalan kaki. Pembangunan infrastruktur yang ada juga diimbangi dengan penanaman berbagai macam pohon untuk menyerap karbon. “Input atau masukan perubahan iklim menjadi isu arus utama juga telah diusahakan oleh IPB University kepada para stakeholder pembangunan. IPB University telah menyampaikan komitmen dan desain regulasi dalam COP Glasgow bersama lima rektor lain sedunia,” imbuhnya. Maka dari itu, lanjutnya, setiap fakultas di IPB University memiliki sustainability report untuk mendorong terwujudnya SDGs (Sustainability Development Goals). IPB University juga pusat studi untuk mengkaji perubahan iklim. “Dari situ, kami dapat menciptakan berbagai inovasi untuk melakukan prediksi dan rekomendasi terkait cuaca dan iklim. Hal ini telah diisampaikan langsung kepada pemerintah pusat untuk keperluan mitigasi risiko,” tuturnya. Dalam perubahan iklim, menurutnya, penting untuk menyebarkanluaskan kesadaran kalangan muda sebagai generasi masa depan. IPB University selalu berupaya untuk mengajak mahasiswa berkontribusi mengatasi dampak perubahan iklim. Yakni dengan hal-hal sederhana seperti bijak berplastik dan gerakan menggunakan tumblr yang didorong melalui media sosial. Sumber: ipb.ac.id

Artikel Terkait