Jakarta, SAWIT INDONESIA – PT Citra Borneo Utama Tbk membukukan kenaikan pendapatan sebesar 43,04% menjadi Rp13,97 triliun sepanjang 2025, dibandingkan tahun 2025 yang sebesar Rp 9,76 triliun. Darimana sumber utama pendapatan perusahaan?
Kenaikan pendapatan ini ditopang dari penjualan ke pasar ekspor. Berdasarkan laporan keuangan 2025, emiten berkode CBUT ini meraup penjualan sebesar Rp10,98 triliun di pasar luar negeri. Sementara itu, penjualan dari dalam negeri mencapai Rp2,98 triliun.
Di pasar ekspor, pembeli produk sawit Citra Borneo Utama adalah Olam Global Agri Pte Ltd dan Eco Commodity Pte Ltd.
Sedangkan dari segmen produk, pendapatan terbesar sepanjang 2025 diperoleh dari Palm Olein mencapai Rp7,85 triliun dan minyak sawit sebesar Rp2,99 triliun.
PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT) didirikan pada tahun 2013 di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Perusahaan ini bergerak di industri hilir kelapa sawit, seperti penyulingan dan perdagangan kelapa sawit. Mayoritas saham dikuasai PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk sebesar 70,22%.
Kenaikan pendapatan juga berdampak kepada pertumbuhan laba bruto menjadi Rp1,98 triliun dari laba bruto Rp1,07 triliun tahun sebelumnya.
Laba usaha diraih sebesar Rp366,41 miliar naik dari laba usaha Rp103,17 miliar. Sedangkan laba sebelum pajak naik menjadi Rp148,44 miliar dari laba sebelum pajak Rp78,40 miliar.
Laba tahun berjalan diraih Rp106,17 miliar naik dari laba tahun berjalan Rp68,18 miliar. Laba per saham naik menjadi Rp33,98 dari Rp21,82 tahun sebelumnya.
Jumlah liabilitas turun menjadi Rp3,00 triliun hingga 31 Desember 2025 dari Rp3,23 triliun hingga 31 Desember 2024. Jumlah aset juga turun menjadi Rp4,11 triliun hingga 31 Desember 2025 dari Rp4,20 triliun hingga 31 Desember 2024.














