• Jumat, 2 Oktober 2026
Berita Terbaru

PT Pupuk Indonesia Bersama Kementerian Pertanian Gelar Sosialisasi Pupuk Organik Subsidi di Kota Mataram

Mataram, SAWIT INDONESIA - PT Pupuk Indonesia bersama Kementerian Pertanian menggelar sosialisasi pupuk organik subsidi pada Selasa (30/9/2025). Kegiatan ini dilaksanakan di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Tujuan sosialisasi mempercepat serapan pupuk subsidi serta memperkuat tata kelola penyaluran transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Agenda ini juga digelar untuk persiapan implementasi elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) tahun 2026.

Direktur Keuangan dan Umum PT Petrokimia Gresik Adityo Wibowo menyatakan dukungan penuh terhadap program e-RDKK tahun 2026. Menurutnya, keberhasilan program hanya dapat tercapai melalui komunikasi intensif, koordinasi solid, dan semangat gotong royong.

“Kami menyadari, keberhasilan program ini hanya dapat dicapai melalui komunikasi yang intensif, koordinasi yang solid, dan semangat gotong royong. Pupuk Indonesia Grup siap mendukung penuh,” kata Adityo, Selasa.

Adityo menjelaskan pupuk organik subsidi atau Petroganik bermanfaat menjaga kesuburan tanah serta memperbaiki struktur lahan. Petroganik juga meningkatkan efisiensi pupuk, menjaga keberlanjutan ekosistem pertanian, dan mendukung ketahanan pangan berkelanjutan nasional.

Direktur Pupuk Kementerian Pertanian Jekvy Hendra menegaskan pentingnya dukungan data akurat untuk menyalurkan pupuk bersubsidi. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan berpartisipasi menyukseskan penerapan e-RDKK tahun 2026 melalui input data RDKK.

“Kedatangan kami untuk memberikan pemahaman; kalau mau menginput data RDKK harus mengumpulkan semua kelompok tani, jangan kepada individu. Tetapi, verifikasi ke semua kelompok tani, lahannya cocok tidak, silahkan melakukan verifikasi secara selektif setelah itu diinput ke RDKK,” kata Jekvy.

Kapoksi Pupuk Bersubsidi Ditjen PSP Kementan Sri Pujiati mengimbau petani NTB mendukung e-RDKK sesuai Permentan Nomor 15/2025. Ia menegaskan data RDKK harus disusun sesuai kebutuhan nyata dan kondisi lapangan.

“Dalam proses pendataan, mari kita lakukan sesuai kondisi riil di lapangan. Jangan sampai data RDKK yang disusun tidak mencerminkan kebutuhan sebenarnya,” ujarnya.

Pupuk Indonesia menyiapkan stok pupuk subsidi di gudang Lini III NTB sebanyak 44.642 ton. Stok ini meliputi Urea, NPK, NPK Formula Khusus/Kakao, serta pupuk organik bagi kebutuhan petani daerah.

Realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di NTB telah mencapai 236.172 ton hingga September 2025. Dari jumlah itu, Kabupaten Lombok Timur menyerap 37.072 ton atau sebesar 57 persen alokasi yang ditetapkan.

“Pupuk Urea masih mendominasi serapan dengan penyaluran yang konsisten untuk mendukung kebutuhan komoditas pangan utama. Produk NPK Phonska, pilar penting menunjang produktivitas padi dan jagung, realisasi penyalurannya stabil dan stok memadai,” kata Sri.

Sumber: rri.co.id

Artikel Terkait