• Sabtu, 19 September 2026
Berita Terbaru

PT CWE-BPDP-Ditjenbun Dorong Petani Mamuju Tingkatkan Produktivitas Sawit

MAMUJU, SAWIT INDONESIA — Peningkatan produktivitas kelapa sawit rakyat di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, terus didorong melalui penguatan kompetensi petani. Kemampuan menerapkan teknik budidaya yang tepat, panen sesuai standar, dan penanganan pascapanen menjadi bagian penting untuk meningkatkan produksi sekaligus menjaga kualitas tandan buah segar (TBS).

Upaya tersebut dilakukan melalui Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), dengan PT Citra Widya Education (CWE) sebagai mitra pelaksana. Program ini juga bekerja sama dengan PT Manakarra Unggul Lestari (MUL) dan PT Unggul Widya Teknologi Lestari (UWTL).

Pelatihan yang berlangsung pada 6–12 September 2026 tersebut diikuti 133 petani kelapa sawit asal Kabupaten Mamuju. Sebanyak 98 peserta mengikuti pelatihan teknis budidaya yang terbagi dalam tiga kelas, sementara 35 peserta mengikuti pelatihan teknis panen dan pascapanen dalam satu kelas.

Direktur Utama PT CWE, Ir. Stefanus Nugroho Kristono, MT, yang mengikuti pembukaan secara virtual, mengatakan program tersebut dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kemandirian, dan kemampuan manajerial petani dalam mengelola perkebunan kelapa sawit.

Menurutnya, penguatan kompetensi menjadi penting karena petani masih menghadapi berbagai persoalan teknis di lapangan, terutama dalam budidaya, panen, dan pascapanen.

“Program ini diselenggarakan karena masih banyaknya persoalan dan kendala teknis terkait budidaya, panen, dan pascapanen di lapangan. Kami berharap petani dapat meningkatkan produktivitas serta menghasilkan TBS yang lebih berkualitas, sehingga turut meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujarnya.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi melalui pemaparan, pembelajaran kelas, dan diskusi bersama narasumber. Proses pembelajaran juga diperkuat dengan pendampingan dari PT Manakarra Unggul Lestari.

Materi pelatihan diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan produktivitas tanaman, tetapi juga mengurangi kehilangan hasil (losses) saat panen serta mempertahankan kualitas TBS hingga diterima di pabrik.

Penguatan kompetensi petani menjadi relevan bagi Sulawesi Barat karena kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan yang berperan penting dalam perekonomian daerah.

Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat tercatat sebesar 5,36 persen. Sektor pertanian menyumbang lebih dari 47 persen terhadap total perekonomian daerah, sementara subsektor perkebunan berkontribusi sekitar 30 persen terhadap sektor pertanian.

Luas perkebunan sawit di Sulawesi Barat diperkirakan mencapai 146.000 hektare dengan produksi sekitar 241.000 ton per tahun. Di sisi lain, tingkat kemiskinan provinsi tersebut masih berada di angka 10,18 persen. Kondisi ini menunjukkan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia untuk mendorong produktivitas dan nilai tambah perkebunan rakyat.

Mewakili Gubernur Sulawesi Barat, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat Ir. Juanda Maulana memberikan apresiasi atas pelaksanaan program pelatihan tersebut.

Ia mengatakan peningkatan keterampilan dan pengetahuan teknis petani dapat memberikan dampak terhadap produksi sekaligus kualitas komoditas yang dihasilkan.

“Semakin kita memiliki keterampilan teknis dan pengetahuan yang cukup, maka akan berdampak pada produksi kita, termasuk kualitas komoditas yang kita pasarkan, sehingga nilai pasarnya bisa lebih tinggi,” ujarnya.

Juanda berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti di ruang kelas. Para peserta diharapkan menerapkannya di kebun masing-masing serta mendapatkan pendampingan dan evaluasi secara berkelanjutan.

Sementara itu, mewakili Bupati Mamuju, Andi Iwan Sumantri mengatakan kelapa sawit merupakan salah satu sektor perkebunan utama yang menopang perekonomian Kabupaten Mamuju.

Menurutnya, keberhasilan pengembangan perkebunan sawit tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia, terutama petani yang menjadi pelaku utama di lapangan.

Pemerintah Kabupaten Mamuju pun mengapresiasi kolaborasi PT CWE, BPDP, dan Ditjenbun dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi petani sawit.

“Kolaborasi ini adalah wujud nyata kepedulian negara dalam meningkatkan kesejahteraan petani kelapa sawit melalui peningkatan kapasitas dan kompetensi,” katanya.

Ia berpesan agar seluruh peserta memanfaatkan kesempatan pelatihan dengan sebaik-baiknya, menyerap materi teori dan praktik, serta aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman dengan para narasumber.

Sinergi antara PT CWE, BPDP, Ditjenbun, pemerintah daerah, dan mitra pelaksana diharapkan dapat terus berlanjut. Penguatan kompetensi yang diikuti penerapan praktik budidaya, panen, dan pascapanen secara tepat diharapkan mampu mendorong produktivitas, meningkatkan kualitas TBS, mengurangi losses, dan memperkuat keberlanjutan perkebunan sawit rakyat di Mamuju.

Artikel Terkait