Terhitung empat tahun berturut-turut AKPY ‘STIPER’ mendapakan penghargaan di ajang Sawit Indonesia Award dengan kategori berbeda.
Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY-STIPER) kembali mendapatkan pengakuan dari pihak lain melalui penghargaan yang diterima. Hal tersebut menambah deretan penghargaan yang dimiliki oleh lembaga pendidikan tinggi vokasi yang fokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) di perkebunan sawit ini.
Bahkan, terhitung empat tahun berturut-turut AKPY ‘STIPER’ mendapakan penghargaan di ajang Sawit Indonesia Award dengan kategori berbeda. Di tahun ini, AKPY ‘STIPER’ menerima penghargaan untuk kategori Program Link and Match SDM Sawit, di ajang 4th Sawit Indonesia Award 2025.
Penghargaan diterima Wakil Direktur AKPY ‘STIPER’, Dr. Idum Satia Santi, SP, MP, yang diserahkan langsung oleh Ketua Pelaksana 4th Sawit Indonesia Award 2025, Qayuum Amri, S.Pd, pada Selasa (16 Desember 2025), di Jakarta.
Wakil Direktur AKPY-STIPER, Dr. Idum Satia Santi menyampaikan pemberian penghargaan Sawit Indonesia Award merupakan bentuk pengakuan untuk Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY-STIPER) dari pihak luar, dalam hal ini Majalah Sawit Indonesia. Sebagai media segmented sawit dengan berbagai penilaiannya.
“Di tahun ini, kami kembali menerima penghargaan Sawit Indonesia Award 2025 kategori Program Link and Match SDM Sawit. Hal ini sesuai dengan program yang sejak awal AKP ‘STIPER’ didirikan yakni menjalin kerjasama dengan industri sawit (perkebunan dan pabrik). Yakni dengan fokus menyiapkan SDM sawit yang kompeten, adaptif dan link and match dalam rangka mendukung industri sawit berkelanjutan, dengan jenjang Diploma I dan II,” ujarnya, mewakili Direktur AKPY ‘STIPER’, Dr. Sri Gunawan, S.P, M.P, saat menyampaikan testimoni, di ajang 4th Sawit Indonesia Award 2025, pada Selasa (16 Desember 2025), di Jakarta.
Lebih lanjut, Idum mengatakan tentu apa yang telah diraih tidak berdiri sendiri melainkan bentuk kolaborasi dari industri sawit, asosiasi dan pihak lain yang saling berhubungan.
“Semoga dengan link and match dari lembaga pendidikan dengan dunia industri sawit, akan meningkatkan dan mewujudkan industri sawit berkelanjutan,” lanjutnya.
Diketahui, dari data internal AKPY-STIPER, dari jumlah mahasiswa dan serapan di industri sawit (2016-2024), jika dirata-rata angka keterserapan lebih dari 70% ‘alumni bekerja di industri sawit (perkebunan dan pabrik). Bahkan, mahasiswa yang tengah menjalani proses pembelajaran tahun akademik (2025/2026) untuk jenjang Diploma I (prodi pemeliharaan kelapa sawit dan prodi pembibitan kelapa sawit), 70% sudah di-indent oleh perusahaan-perusahaan sawit, dan proses seleksi rekrutmen masih terus berjalan.
Hal ini menunjukkan AKPY-STIPER telah menjalin kerjasama erat dan menyelaraskan program pembelajarannya dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).
Pemimpin Redaksi Majalah Sawit Indonesia sekaligus Ketua Pelaksana 4th Sawit Indonesia Award 2025, Qayuum Amri mengatakan pihaknya menyerahkan penghargaan dengan beberapa penilaian dan pertimbangan. Dari perspektif media, yaitu komunikasi, konsistensi dan keberlanjutan.
“Misalnya, untuk ‘AKPY STIPER’, ketiga aspek (komunikasi, konsistensi dan keberlanjutan) telah terpenunhi, sehingga layak mendapatkan penghargaan Sawit Indonesia Award 2025. Di tahun ini, dengan kategori Program Link and Match SDM Sawit,” katanya.
Menurut Qayuum, sejak awal berdiri, AKPY ‘STIPER’ memiliki fokus pada pengembangan SDM sawit, maka tak heran dengan core kompetensinya mampu mencetak SDM yang kompeten dan adaptif, dengan angka keterserapan cukup tinggi di perusahaan sawit.
“Dari informasi yang ada, lulusan AKPY-STIPER dari tahun ke tahun diminati oleh perusahaan sawit. Bahkan di tahun ini, dari 570 mahasiswa (tahun akademik 2025/2026) sudah 70% dipesan oleh perushaaan-perusahaan sawit,” pungkasnya.














