• Sabtu, 19 September 2026
Berita Terbaru

Program Link and Match SDM Sawit AKPY-STIPER Dianugerahi Penghargaan di Ajang 4th Sawit Indonesia Award 2025

Jakarta, SAWIT INDONESIA – Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY-STIPER) kembali mendapatkan pengakuan dari pihak lain yang diwujudkan dengan penghargaan yang diterima.

Seperti diketahui, lembaga pendidikan tinggi yang fokus dalam pengembangan SDM di perkebunan sawit ini, terhitung empat tahun berturut-turut mendapakan penghargaan di ajang 4th Sawit Indonesia Award dengan kategori berbeda. Di tahun ini, AKPY-STIPER menerima penghargaan (4th Sawit Indonesia Award 2025) untuk kategori Program Link and Match SDM Sawit.

Dari data internal AKPY-STIPER, dari jumlah mahasiswa dan serapan di industri sawit (2016-2024), jika dirata-rata angka keterserapan lebih dari 70% alumni bekerja di industri sawit (perkebunan dan pabrik). Bahkan, mahasiswa yang tengah menjalani proses pembelajaran tahun akademik (2025/2026) untuk jenjang Diploma I (prodi pemeliharaan kelapa sawit dan prodi pembibitan kelapa sawit), 70% sudah di-indent oleh 9 perusahaan sawit, dan proses seleksi rekrutmen masih terus berjalan.

Hal ini menunjukkan AKPY-STIPER telah menjalin kerjasama erat dan menyelaraskan program pembelajarannya dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

Wakil Direktur AKPY-STIPER, (C) Dr. Idum Satia Santi,S.P, M.P menyampaikan pemberian penghargaan Sawit Indonesia Award merupakan bentuk pengakuan untuk Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY-STIPER) dari pihak luar, terutama Majalah Sawit Indonesia. Sebagai media segmented perkebunan sawit dengan berbagai penilaiannya.

“Di tahun ini, kami kembali menerima penghargaan Sawit Indonesia Award 2025 kategori Program Link and Match SDM Sawit. Hal ini sesuai dengan program yang sejak awal AKPY-STIPER didirikan, yakni menjalin kerjasama dengan industri sawit (perkebunan dan pabrik). Fokusnya, menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, adaptif dan link and match dalam rangka mendukung industri sawit berkelanjutan, dengan jenjang Diploma I dan II,” ujarnya, mewakili Direktur AKPY-STIPER, Dr. Sri Gunawan, S.P, M.P, saat menyampaikan testimoni, di ajang Sawit Indonesia Award 2025, di Jakarta, pada Selasa (16 Desember 2025).

Lebih lanjut, Idum mengatakan tentu apa yang telah diraih tidak berdiri sendiri melainkan bentuk kolaborasi dari industri sawit, asosiasi dan pihak lain yang saling berhubungan.

“Semoga dengan link and match dari lembaga pendidikan dengan dunia industri sawit, akan meningkatkan dan mewujudkan industri sawit berkelanjutan,” lanjutnya.

Pemimpin Redaksi Majalah Sawit Indonesia sekaligus Ketua Pelaksana 4th Sawit Indonesia Award 2025, Qayuum Amri, S.Pd mengatakan pihaknya menyerahkan penghargaan dengan beberapa penilaian dan pertimbangan. Dari perspektif media, yaitu komunikasi, konsistensi dan keberlanjutan.

“Misalnya, untuk AKPY-STIPER, ketiga aspek (komunikasi, konsistensi dan keberlanjutan) telah terpenunhi, sehingga layak mendapatkan penghargaan Sawit Indonesia Award 2025. Di tahun ini, dengan kategori Program Link and Match SDM Sawit,” katanya.

Dari 45 penerima penghargaan (Sawit Indonesia Award 2025) mewakili 22 bidang usaha di sektor industri sawit. Tidak hanya perusahaan perkebunan melainkan ada perusahaan pupuk hingga perguruan tinggi di sektor perkebunan sawit. Ini menunjukkan sektor industri sawit memiliki multiplier effect.

Menurut Qayuum, sejak awal berdiri, AKPY-STIPER memiliki fokus pada pengembangan SDM sawit, maka tak heran dengan core kompetensinya mampu mencetak SDM yang kompeten dan adaptif, dengan angka keterserapan cukup tinggi di perusahaan sawit.

“Dari informasi yang ada, lulusan AKPY-STIPER dari tahun ke tahun diminati oleh perusahaan sawit. Bahkan di tahun ini, dari 570 mahasiswa (tahun akademik 2025/2026) sudah 70% dipesan oleh perushaaan-perusahaan sawit,” jelasnya.

“Maka, sekali lagi kami ucapkan selamat kepada AKPY-STIPER, yang berturut-turut selama empat tahun mendapat penghargaan Sawit Indonesia Award. Ini menunjukkan komitmen dari lembaga pendidikan tinggi yang menyiapkan SDM sawit untuk mendukung keberlanjutan industri sawit di Indonesia,” pungkas Qayuum.

Artikel Terkait