PEKANBARU, SAWIT INDONESIA – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Best Planter Indonesia (BPI) kembali melaksanakan Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit tahun 2026. Program yang dilaksanakan 6 hari atau setara dengan 48 jam pelajaran ini menyasar petani swadaya, kelompok tani, gabungan kelompok tani, ASN asal Kabupaten Kuantan Singingi, dengan dukungan penuh dari Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau dan Dinas Perkebunan & Peternakan Kabupaten Kuantan Singingi (Disbunnak Kuansing). Kepesertaan pelatihan diusulkan dari Disbunnak Kuansing ke Disbun Provinsi Riau, dari Disbun Provinsi Riau ke Ditjenbun Direktorat Sawit dan Aneka Palma (SALMA), kemudian Ditjenbun mengeluarkan Keputusan Rekomtek Peserta Pelatihan.
Pelatihan Tehnis Budidaya Kelapa Sawit ini dirancang untuk menjawab tantangan utama pekebun sawit swadaya atau mandiri yaitu produktivitas ton/ha TBS yang rendah. Best Planter Indonesia bertindak sebagai penyelenggara pelatihan dengan modul Budidaya Kelapa Sawit, didukung oleh narasumber berbasis praktisi yang berpengalaman.
Pada Pelatihan Budidaya Kelapa Sawit ini dipelajari cara mengelola kebun kelapa sawit secara utuh, meliputi materi regulasi dan kebijakan budidaya kelapa sawit, persiapan benih dan bahan tanam, persiapan lahan, penanaman kelapa sawit, perawatan dan pengendalian gulma, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit. Tidak hanya menerima materi di kelas, satu hari dialokasikan untuk kunjungan lapang yaitu ke Perkebunan Kelapa Sawit yang telah menerapkan Pengelolaan Kebun Terbaik (Best Management Practises) sebagai perbandingan (benchmark) bagi peserta pelatihan.
Peserta dapat secara langsung berinteraksi dengan pengelola kebun tempat kunjungan lapang. Dalam kunjungan lapang ke PT. Aneka Inti Persada dan PT. Aneka Sawit Lestari, anak perusahaan Minamas Plantation, peserta diberikan kesempatan untuk praktek penanaman kecambah (PN), melakukan proses Transplanting bibit (MN), mengamati kondisi kebun, peragaan defisiensi hara melalui contoh daun kelapa sawit, melihat secara langsung tanaman yang dibudidaya dengan standart perawatan, berproduktivitas tinggi dan panen sesuai umur tanaman, serta berkesempatan untuk melihat proses penyerbukan calon benih di kebun indukan benih kelapa sawit unggul varietas i-chalix.
Selama mengikuti pelatihan ini peserta tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga mendapatkan pengalaman, dan terpenting adalah konektivitas (keterhubungan) dengan para praktisi sawit dari narasumber BPI, pemegang regulasi dan kebijakan dari Disbun Provinsi dan Disbunnak Kabupaten, serta tukar informasi dengan sesama peserta pelatihan. Kebersamaan ini tetap dilanjutkan pasca pelatihan melalui group media yang dikelola oleh BPI.
Semoga segala niat dan upaya yang dilakukan peserta pelatihan membawa dampak yang positif bagi peningkatan produksi dikebun sawit masing – masing.






