JAKARTA, SAWIT INDONESIA — Kenaikan volume penjualan dan harga jual rata-rata produk sawit menjadi dua faktor utama yang menopang pertumbuhan pendapatan PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) pada sembilan bulan pertama 2026 (9M26). Emiten perkebunan kelapa sawit berkode saham TLDN tersebut membukukan pendapatan Rp4,35 triliun, meningkat 14,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kontribusi terbesar berasal dari penjualan Crude Palm Oil (CPO) yang mencapai Rp3,73 triliun, tumbuh 12,5% secara tahunan (year-on-year/YoY). Pertumbuhan ini didukung peningkatan volume penjualan CPO sebesar 6,9% dan kenaikan harga jual rata-rata sebesar 5,2%.
Kinerja tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan pendapatan TLDN tidak hanya ditopang oleh peningkatan volume produk yang dipasarkan, tetapi juga oleh harga jual yang lebih tinggi. Kombinasi kedua faktor tersebut menjadi penggerak utama kinerja penjualan perusahaan di tengah dinamika industri kelapa sawit.
Selain CPO, penjualan Palm Kernel (PK) menghasilkan pendapatan Rp337,58 miliar, sedangkan Crude Palm Kernel Oil (CPKO) menyumbang Rp273,32 miliar. Kedua produk turunan tersebut turut memperkuat kontribusi bisnis sawit terhadap pendapatan perusahaan.
Dari sisi operasional, TLDN mencatat peningkatan produksi tandan buah segar (TBS) dari kebun inti menjadi 862.795 ton, naik 5,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, produksi TBS dari kebun plasma tumbuh lebih tinggi, yakni 17,5%, menjadi 133.029 ton.
Peningkatan produksi kebun tersebut diikuti kenaikan volume pengolahan TBS sebesar 7,1% menjadi 1,13 juta ton. Produksi CPO pun meningkat 10,9% secara tahunan, mencerminkan pertumbuhan hasil pengolahan yang mendukung ketersediaan produk untuk dipasarkan.
Kinerja pengolahan juga tercermin dari peningkatan Oil Extraction Rate (OER) atau tingkat ekstraksi minyak sawit menjadi 23,54%, dibandingkan 22,73% pada periode sembilan bulan pertama 2025. Kenaikan OER sebesar 0,81 poin persentase ini menunjukkan peningkatan rasio perolehan minyak terhadap TBS yang diolah.
Peningkatan produksi dan efisiensi pengolahan menjadi bagian penting dalam menjaga kemampuan perusahaan memenuhi kebutuhan penjualan. Namun, besarnya kontribusi masing-masing faktor terhadap pertumbuhan pendapatan tetap dipengaruhi oleh volume penjualan, harga jual, serta komposisi produk yang dipasarkan.
Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, TLDN membukukan laba kotor Rp1,59 triliun, meningkat 22,7% YoY. EBITDA mencapai Rp1,45 triliun, tumbuh 10,4% dibandingkan Rp1,31 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Adapun laba bersih perusahaan tercatat Rp875,25 miliar, naik 5,5% dari Rp829,31 miliar pada sembilan bulan pertama 2025. Pertumbuhan laba bersih yang lebih rendah dibandingkan kenaikan pendapatan menunjukkan bahwa perkembangan kinerja pada tingkat penjualan belum sepenuhnya tercermin dalam pertumbuhan laba bersih dengan laju yang sama.
Presiden Direktur TLDN, Wiishnu Wardhana, mengatakan perusahaan terus menjaga produktivitas kebun dan mengoptimalkan proses pengolahan untuk mempertahankan kinerja operasional dan profitabilitas di tengah dinamika industri.
“Kinerja Perseroan pada sembilan bulan pertama tahun 2026 menunjukkan kemampuan kami menjaga produktivitas dan profitabilitas di tengah dinamika industri. Kami terus mendorong produktivitas kebun dan optimalisasi proses pengolahan yang berjalan seiring dengan penerapan prinsip keberlanjutan, serta menjaga disiplin biaya untuk mendukung ketahanan usaha dan penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham,” ujarnya.
Ia menambahkan, pertumbuhan yang ditopang volume dan harga jual menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat kapabilitas usaha serta mengoptimalkan potensi aset yang dikelola.
Dengan peningkatan produksi kebun, kenaikan hasil pengolahan, dan pertumbuhan volume serta harga jual, TLDN berupaya menjaga daya saing dan kesinambungan pertumbuhan usaha. Ke depan, konsistensi produktivitas, optimalisasi pengolahan, dan disiplin biaya menjadi faktor penting dalam mempertahankan kinerja perusahaan di tengah perubahan kondisi pasar minyak sawit.














