• Sabtu, 19 September 2026
Berita Terbaru

Produksi CPO PGUN Naik 2.783 Ton, Prospek Usaha Tetap Positif di Tengah Fluktuasi Harga Global

Jakarta, SAWIT INDONESIA — Emiten sawit PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) melaporkan kinerja operasional yang solid pada kuartal III/2025. Produksi minyak kelapa sawit mentah (CPO) perseroan tercatat meningkat 2.783 metrik ton (MT) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, didorong oleh pemulihan pasca dampak El Nino serta optimalisasi produktivitas kebun.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai tanggapan atas surat Nomor S-11281/BEI.PP1/10-2025 tertanggal 1 Oktober 2025, manajemen PGUN menegaskan bahwa tidak terdapat perolehan kontrak baru, sumber pendapatan signifikan, atau transaksi material lainnya yang belum diungkapkan sejak laporan keuangan terakhir.

Selain kenaikan produksi CPO, volume olah tandan buah segar (TBS) juga meningkat 17.741 MT. Kinerja ini didukung oleh perbaikan produktivitas lahan serta peningkatan efisiensi operasional di seluruh unit kebun dan pabrik. Sementara itu, produksi kernel turut naik 1.337 MT, seiring dengan peningkatan volume TBS yang diolah.

PGUN menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat bisnis inti sekaligus memperluas kapasitas produksi dalam dua tahun ke depan.

Program replanting menjadi fokus utama dengan target seluas ±2.000 hektare hingga akhir 2026, sebagai upaya meningkatkan produktivitas kebun dan efisiensi jangka panjang. Selain itu, PGUN akan meningkatkan volume TBS melalui perbaikan sistem agronomi dan peningkatan kelas lahan, serta mengoptimalkan produksi CPO dengan peningkatan kapasitas pabrik kelapa sawit dan perbaikan rendemen.

“Data proyeksi produksi dan alokasi anggaran tahun 2026 masih dalam proses finalisasi dan akan disampaikan sesuai ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku,” tulis manajemen PGUN dalam surat tanggapannya.

Manajemen PGUN menilai prospek usaha tetap stabil di tengah fluktuasi harga CPO global. Hal ini karena sebagian besar produksi perseroan dialokasikan untuk memenuhi kewajiban pasokan domestik, sehingga dampak perubahan harga global terhadap pendapatan menjadi terbatas.

Lebih jauh, kebijakan pemerintah mengenai mandatori biodiesel dan program hilirisasi kelapa sawit dinilai turut memperkuat permintaan dalam negeri dan memberikan kepastian pasar bagi produsen.

“Dengan dukungan kebijakan pemerintah dan pertumbuhan kebutuhan energi terbarukan serta pangan domestik, PGUN memandang prospek usaha jangka panjang masih positif,” tulis manajemen.

Manajemen PGUN mengakui persaingan industri sawit saat ini relatif ketat, baik di pasar domestik maupun global. Namun, PGUN tidak terdampak signifikan oleh dinamika tersebut karena seluruh hasil produksi CPO dipasarkan kepada PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), yang merupakan entitas afiliasi.

Kerja sama strategis dengan JARR memberikan kepastian penyerapan hasil produksi, sekaligus menjaga stabilitas pendapatan dan mengurangi risiko pergeseran pangsa pasar.

PGUN juga memastikan bahwa hingga saat ini tidak terdapat perkara hukum yang sedang dihadapi oleh perseroan, anak usaha, maupun anggota direksi dan dewan komisaris yang bersifat material dan belum diungkapkan kepada publik.

Terkait pengawasan BEI atas tren kenaikan harga saham PGUN, JARR, dan PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) — yang berada di bawah pengendalian pemegang saham yang sama — manajemen menyatakan bahwa fenomena tersebut semata-mata merupakan mekanisme pasar.

“Pergerakan harga saham dipengaruhi oleh sentimen investor, kondisi makroekonomi, serta kinerja dan fundamental masing-masing emiten. PGUN tidak memiliki keterlibatan langsung dalam pengelolaan JARR maupun TEBE,” ungkap manajemen.

Selain itu, PGUN menegaskan tidak memperoleh informasi apapun dari pemegang saham terkait tren kenaikan harga saham tersebut. Seluruh informasi material telah disampaikan sesuai ketentuan keterbukaan informasi pasar modal.

Dengan dukungan kebijakan pemerintah, prospek harga sawit yang relatif stabil, serta strategi efisiensi yang berkelanjutan, PGUN optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan bisnis hingga tahun depan.

Lebih lanjut, manajemen menekankan bahwa setiap perkembangan material terkait proyeksi produksi, rencana investasi, maupun penyelesaian proyek akan disampaikan secara transparan kepada publik sesuai regulasi BEI.

Artikel Terkait