• Jumat, 2 Oktober 2026
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Umumkan Arief Havas Oegroseno Sebagai Wamenlu

Jakarta, SAWIT INDONESIA - Presiden RI Prabowo Subianto mengumumkan pengangkatan Arif Havas Oegroseno sebagai Wakil Menteri Luar Negeri di jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Minggu malam (20 Oktober 2024).

“Arif Havas Oegroseno Wakil Menteri Luar Negeri. (Arif Havas) masih dalam perjalanan,” kata Presiden Prabowo dalam pengumuman Wakil Menteri.

Arif Havas Oegroseno akan mendampingi Menteri Luar Negeri Sugiono bersama dua Wamenlu lainnya yakni Muhammad Anis Matta dan Arrmanatha Nasir dalam Kabinet Merah Putih.

Sebelumnya, Arif Havas Oegroseno dikenal sebagai diplomat karier Kementerian Luar Negeri RI yang saat ini menjabat sebagai Duta Besar (Dubes) Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Republik Federal Jerman berkedudukan di Berlin.

Dalam berbagai forum internasional, Pria kelahiran Semarang, Jawa Tengah, 12 Maret 1963 ini sangat aktif mengkritisi kebijakan Uni Eropa yang mendiskriminasikan produk pertanian Indonesia khususnya kelapa sawit.

Di salah satu diskusi, peraih gelar S2 Harvard Law School ini menganalogikan kampanye negatif sawit seperti permainan bola. Belum selesai satu isu sudah berpindah isu lain. Alhasil, pemain sulit mencetak gol karena gawang selalu dipindah-pindah.

Arif Havas bercerita pengalamannya saat menghadapi kampanye negatif yang ditujukan kepada industri sawit. Isunya tidak pernah selesai dan selalu bergantian. Hari ini, sawit diserang masalah deforestasi lalu besok berubah kepada persoalan orang utan. Setelah itu, berganti menjadi masalah sustainability lalu sekarang yang diserang masalah HAM.

“Ibarat bermain bola, ketika ingin menyerang. Gawangnya berpindah-pindah. Seperti ini lah kampanye negatif sawit,” ujarnya saat itu.

Arif Havas sempat menjabat Deputi Kedaulatan Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI dan memulai kariernya di Kementerian Luar Negeri RI pada tahun 1986 (Angkatan 13).

Riwayat Pendidikan dan Karier:
Pendidikan:

  1. Master of Law di Harvard Law School (1991-1992)
  2. Sarjana Hukum di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (1986)
    Baca Juga:

Ini Respons Jokowi soal Nama-nama Menteri di Kabinet Merah Putih Prabowo

Karier:

  • Duta Besar RI untuk Republik Federal Jerman (2018-sekarang)
  • Duta Besar RI untuk Belgia, Luksemburg dan Uni Eropa (2010-2015)
  • Presiden Konferensi Hukum Laut Internasional PBB (2010-2011)
  • Direktur Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional di Kemlu RI (2007-2010)
  • Ketua Delegasi RI Submisi Ekstensi Landas Kontinen Indonesia ke PBB (2007-2010)
  • Chief Negotiator Perjanjian Perbatasan, Perjanjian Ekstradisi, Perjanjian MLA, Perjanjian Keamanan RI - Australia (2009)
  • Direktur Perjanjian Polkamwil (2003-2007)

Artikel Terkait