• Sabtu, 19 September 2026
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto Luncurkan B50 Siang Ini

Jakarta, SAWIT INDONESIA - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meluncurkan secara resmi Program Mandatori Biodiesel B50, atau solar dengan campuran 50% bahan bakar nabati berbasis minyak kelapa sawit, pada Kamis (9/7/2026) siang. Peluncuran program bakal dilakukan di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Pelaksanaan program B50 mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 4 Tahun 2025 tentang Pengusahaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati serta Keputusan Menteri ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026 tentang kewajiban pencampuran biodiesel sebesar 50% dalam minyak solar. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengatakan, implementasi B50 bakal membuat Indonesia berhenti mengimpor solar. Implementasi bahan bakar nabati (BBN) ini juga bagian dari upaya pemerintah untuk mengejar target swasembada energi.

"Dengan demikian kita tidak akan impor dari luar negeri. Maksimal 4 tahun lagi untuk kebutuhan BBM kita," kata Prabowo beberapa waktu lalu.

Melalui aturan tersebut, badan usaha BBN, badan usaha BBM, hingga badan usaha penyalur, akan diwajibkan menerapkan standar mutu sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan. Pemerintah juga menyiapkan mekanisme penegakan aturan dan program ini katanya akan dievaluasi secara berkala.

Dari sisi teknis, pemerintah telah melakukan pengujian penggunaan B50 pada enam sektor pengguna mesin diesel, yakni otomotif, alat dan mesin pertanian, alat berat pertambangan, angkutan laut, pembangkit listrik, serta kereta api.

Pengujian tersebut melibatkan kementerian dan lembaga, badan usaha, asosiasi, akademisi, pemilik teknologi, hingga industri pengguna. Meski sebagian pengujian masih berlanjut, hasil sementara menunjukkan B50 aman digunakan serta memenuhi aspek kinerja dan kompatibilitas pada berbagai aplikasi mesin diesel.

"Performa mesin tadi dilaporkan tidak ada ganti filter,” ujar Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi dalam uji coba di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50 Lembang, Bandung, Jawa Barat, pada April lalu.

Secara terperinci, hasil pengujian menunjukkan bahwa kualitas bahan bakar B50 telah memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan dengan kandungan FAME sekitar 49%–50%. Parameter kadar air pun di bawah yang dipersyaratkan sesuai rekomendasi Komite Teknis Bioenergi cair, yaitu maksimum sebesar 300 ppm, dari 320 ppm untuk B40.

Selain itu, pemerintah memastikan kesiapan kapasitas produksi biodiesel, ketersediaan bahan baku, serta infrastruktur pencampuran (blending) dan distribusi guna mendukung implementasi penuh program tersebut. Implementasi biodiesel sejak 2015 disebut telah memberikan dampak positif terhadap penguatan pasar domestik dan stabilitas industri sawit nasional di tengah dinamika pasar global. Pada implementasi B40 tahun 2025, realisasi penyaluran biodiesel tercatat mencapai 14,94 juta kiloliter atau sekitar 95,67% dari total alokasi sebesar 15,61 juta kiloliter.

Sumber: ekonomi.bisnis.com

Artikel Terkait