• Kamis, 8 Oktober 2026
Berita Terbaru

Prabowo: Tolok Ukur Keberhasilan B50 adalah Kesejahteraan Petani

Karawang, SAWIT INDONESIA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa manfaat hilirisasi kelapa sawit harus dirasakan langsung oleh petani. Menurutnya, keberhasilan program biodiesel 50 persen (B50) tidak hanya diukur dari penguatan ketahanan energi nasional, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan petani sebagai pelaku utama sektor sawit.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meluncurkan program mandatori biodiesel B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9 Juli 2026).

Prabowo mengatakan, pengembangan industri hilir sawit merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri. Namun, ia menegaskan bahwa tujuan akhir dari kebijakan tersebut adalah meningkatkan pendapatan dan taraf hidup petani.

"Inilah upaya kita semuanya. Jadi hari ini tonggak bersejarah. Petani kita juga akan terus meningkatkan penghasilannya. Kita akan berhasil bila petani-petani kita hidupnya lebih baik," ujarnya.

Menurut Prabowo, berbagai kebijakan pemerintah mulai memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan petani. Berdasarkan laporan yang diterimanya dari sejumlah daerah, daya beli petani terus meningkat.

"Saya juga dapat laporan dari berbagai provinsi bahwa petani-petani kita sekarang meningkat pembelian motor, pembelian mobil meningkat puluhan persen," katanya.

Ia menambahkan, peningkatan kesejahteraan juga tercermin dari semakin banyaknya petani yang mampu menunaikan ibadah umrah dan berkurban.

"Artinya mereka sekarang memiliki uang. Ini tujuan pembangunan kita, rakyat kita harus makmur," tegasnya.

Prabowo menekankan bahwa Indonesia tidak boleh membiarkan rakyat hidup dalam kemiskinan di tengah kekayaan sumber daya alam yang dimiliki. Karena itu, pemerintah akan terus mendorong kebijakan hilirisasi agar manfaat ekonominya dinikmati masyarakat, terutama petani.

"Dan kita tidak boleh rendah diri. Kita tidak boleh menerima bahwa rakyat kita harus miskin. Kita negara yang kaya, rakyat kita juga harus menikmati kekayaan itu," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada para peneliti, akademisi, PT Pertamina (Persero), serta seluruh pihak yang berkontribusi dalam pengembangan biodiesel nasional. Ia mendorong inovasi terus dilanjutkan agar Indonesia dapat melangkah lebih jauh setelah keberhasilan implementasi B50.

"Saya sampaikan terima kasih para ilmuwan dari kampus-kampus. Teruskan pengkajian ini. Terima kasih Pertamina dan semua jajaranmu. Teruskan, jangan berhenti di B50, kalau bisa B60," pungkasnya.

Artikel Terkait