Mengikuti perkembangan perkebunan kelapa sawit banyak bermunculan inovasi-inovasi terbarukan, inovasi yang cukup menarik perhatian karena dinilai satu-satunya dan pertama menciptakan satu teknologi pemupukan yang dikemas dalam sachet diberi nama product PLANTSAFE yang menjadi inovasi terkini sesuai kebutuhan industri perkebunan sawit baik di Indonesia dan dunia.
Kegiatan pemupukan merupakan bagian penting dari investasi di perkebunan kelapa sawit untuk mencapai target pertumbuhan produktivitas dan kinerja produksi. Atas dasar itulah PLANTSAFE hadir menjadi solusi pertama agar penyerapan nutrisi dari pupuk terserap oleh pokok sawit secara efektif dan efisien.
PLANTSAFE adalah teknologi yang telah dipatenkan untuk membantu kegiatan pemupukan di perkebunan sawit. Teknologi ini dikembangkan oleh PLANTSAFE (M) Sdn Bhd dan telah memiliki lisensi.
Direktur PT Plantsafe Global Indonesia Wagetama I Disai menjelaskan bahwa teknologi PLANTSAFE dapat digunakan untuk membantu pelepasan pupuk agar lebih terkendali diserap oleh tanaman. Teknologi ini berupa sachet yang didukung Kristal polimer canggih digunakan untuk menyerap kelembapan ke dalam sachet untuk memulai pelepasan nutrisi. PLANTSAFE yang dipatenkan ini dirancang untuk mengontrol pelepasan nutrisi dan melindungi nutrisi agar tidak hilang ketika terkena hujan.
“Unsur hara akan dilepaskan setelah kontak dengan kelembaban tanah dalam waktu satu atau dua hari setelah aplikasi. PLANTSAFE akan terus melepaskan unsur hara secara terkendali selama empat sampai enam bulan,” jelas Wage.
Menurutnya, PLANTSAFE sangat dibutuhkan tanaman sawit yang berada di wilayah berbukit dan tanah marginal agar nutrisi pupuk tepat sasaran dan dapat diserap tanaman sesuai kebutuhannya. PLANTSAFE cocok digunakan di berbagai jenis tanah, termasuk lahan berbukit, berpasir, dan gambut.
Ada sejumlah keunggulan yang ditawarkan PLANTSAFE kepada perkebunan sawit. Pertama, teknologi ini membantu pelepasan nutrisi pupuk secara bertahap dan teratur, sesuai dengan kebutuhan tanaman, sehingga mencegah kehilangan nutrisi pupuk dan memastikan nutrisi tersedia sesuai waktu pemupukan.
Kedua, mengurangi frekuensi pemupukan dengan pelepasan nutrisi yang terkendali, frekuensi pemupukan dapat dikurangi, bahkan hingga dua kali setahun. Ketiga, teknologi PLANTSAFE sesuai praktik sawit berkelanjutan untuk membantu mengurangi limbah pupuk, menghindari pencemaran air sungai, dan yang terpenting dari teknologi sachet PLANTSAFE ini dapat terurai secara hayati, sehingga mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
(Selengkapnya dapat dibaca di Majalah Sawit Indonesia, Edisi 165)














