Jakarta, SAWIT INDONESIA – Dalam rangka memberikan pemahaman terkait pemetaan lokasi kebun kepada petani sawit, PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) menyelenggarakan pelatihan petani sawit dengan modul Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit. Kegiatan pelatihan diikuti oleh 30 orang dari Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara.
Sebagai informasi, kegiatan pelatihan ini merupakan implementasi dari program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) bekerja sama dengan Ditjen Perkebunan, dan melibatkan PT RPN menjadi salah satu lembaga pelatihan yang resmi ditunjuk.
Kepala Divisi (Kadiv) Produksi, PT RPN, Dr. Heri Santoso mengatakan pihaknya secara resmi ditunjuk oleh BPDPKS dan Ditjen Perkebunan untuk turut menyelenggarakan pelatihan petani sawit, dengan berbagai modul, salah satunya modul pelatihan Teknis Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit.
“Kami, sangat menginginkan agar setiap petani sawit, termasuk dari kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) mempunyai keterampilan tambahan yaitu pemetaan lokasi kebun,” katanya, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi sawitindonesia.com, beberapa waktu lalu.
“Untuk pelaksanan kegiatan pelatihan diikuti oleh puluhan petani sawit swadaya dari kabupaten Labura, di salah satu hotel di kota Medan, Sumatera Utara,” imbuh Heri.
Dari informasi yang didapat tim redaksi sawitindonesia.com, pelatihan teknis budidaya tanaman kelapa sawit, diadakan selama lima hari (Senin - Jum'at, 22 - 26 Juli 2024), yang dihadiri oleh pihak terkait seperti kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Labura, drh. Hj. Sudarijah, dan Banua Pane selaku Kepala Bidang Perkebunan (Kadisbun) pada Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Sumatera Utara.
Selanjutnya, Heri mengatakan kegiatan pelatihan didukung penuh oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Ditjen Perkebunan (Ditjenbun) - Kementerian Pertanian.
"PT RPN telah dan terus akan memainkan peran penting dalam mengembangkan sumber daya manusia (SDM) di sektor perkebunan kelapa sawit. Sebagai perusahaan yang konsentrasinya pada penelitian, PT RPN berdedikasi untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kapasitas bagi para pekebun kelapa sawit," kata Heri.
"Inovasi-inovasi terbaru dalam budidaya kelapa sawit, disampaikan pada peserta pelatihan petani sawit untuk memberikan wawasan terkini tentang teknik pemetaan untuk lokasi perkebunan kelapa sawit," tambahnya.
Dijelaskan Heri, selain pelatihan materi para peserta mendapat kesempatan kunjungan ke lapangan (kebun) di kebun milik Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), di Sei-Aek Pancur, Deli Serdang. Dalam pelaksanaan pelatihan, ada enam hal yang disampaikan kepada para peserta.
"Pertama, regulasi dan kebijakan usaha perkebunan kelapa sawit. Kedua, dasar-dasar pemetaan lahan. Ketiga, pengenalan dan penggunaan alat pemetaan, tracking atau pelacakan asal-usul lahan dan sensus tanaman. Keempat, dilakukan pembuatan polygon dan peta kebun. Kelima, pengolahan data dan analisis pengukuran. Dan, keenam, dilakukan penyajian dan pencetakan peta," jelasnya.
Dengan materi tersebut, pihak penyelenggara (RPN, BPDPKS dan Ditjenbun) berharap peserta dapat meningkatkan pengetahuan tentang dasar-dasar pemetaan lahan, meningkatkan pengetahuan tentang peralatan pemetaan lahan.
"Dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam tracking atau pelacakan asal-usul lahan, pengolahan data dan penyajian data, serta meningkatkan keterampilan dalam pemetaan kebun," pungkas Heri.














