• Jumat, 2 Oktober 2026
Berita Terbaru

Lagi! GAPKI Tunjukkan Kepedulian pada Lingkungan

Jakarta, SAWIT INDONESIA – Aksi kepedulian terhadap lingkungan terus ditunjukkan oleh organisasi pengusaha, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI). Yakni kembali diwujudkannya dengan penanaman mangrove, kali ini dilakukan di Ketapang Urban Aquaculture, Desa Ketapang, Kabupaten Tangerang – Banten, pada Rabu (4 Desember 2024).

Kegiatan ini turut dihadiri berbagai pihak antara lain Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Mangrove Jakarta Community, Kesemat Mangrove Volunteer, Komunitas Indonesia Women Paddler, serta komunitas pecinta lingkungan dari UI, IPB, Yarsi, serta UIN.

Direktur Eksekutif GAPKI, Mukti Sardjono, menyampaikan meskipun namanya Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit, pihaknya memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan jadi tidak hanya mengurusi sawit.

"Untuk itu, GAPKI terus konsisten untuk meningkatkan ketahanan iklim melalui penghijauan dan konservasi alam seperti penanaman mangrove," ujarnya, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi sawitindonesia.com.

Menurut Mukti, mangrove memiliki peran penting dalam menopang ketahanan iklim dan ekosistem pantai. Sebagai habitat banyak makhluk, seperti burung, kepiting, dan biota laut lainnya, hutan mangrove mampu menciptakan keseimbangan lingkungan.

Sebelumnya, organisasi pengusaha ini telah melakukan rehabilitasi hutan mangrove seluas 50 hektar selama tiga tahun, terakhir di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Hal ini dilakukan sebagai upaya dalam mencegah abrasi di mana pesisir pantai Kotawaringin Barat menjadi wilayah dengan luasan abrasi tertinggi di provinsi Kalimantan Tengah.

Atas kepeduliannya pada lingkungan, GAPKI dianugerahi penghargaan "Outstanding Conserving Sustainable Nature" atas kiprahnya dalam melakukan pelestarian alam dan lingkungan hidup, dalam kegiatan Kampanye Semakin Hijau yang diinisasi Radio Elshinta.

Pemimpin Redaksi Radio Elshinta, Haryo Ristamaji, menambahkan perlunya peningkatan edukasi lingkungan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Salah satu isu kritikal, menurutnya, ialah abrasi pantai dan keseimbangan ekosistem pantai.

"Penanaman mangrove menjadi salah satu langkah esensial untuk membangun tonggak kehidupan di pantai. Hutan mangrove menjadi benteng kita terhadap gelombang ekstrem. Hadirnya mangrove tidak hanya menahan arus air dan mencegah abrasi, namun menciptakan ekosistem biota laut bahkan menjadi rumah bagi burung dan hewan lainnya. Seperti hewan langka terancam punah, Mimi, atau dikenal sebagai hewan belangkas," ucapnya.

Aksi kepedulian pada lingkungan yang dilakukan GAPKI (penanaman mangrove) sejalan dengan rencana Pemerintah Kabupaten Tangerang.

"Di Desa Ketapang akan membangun Pusat Riset Mangrove bersama dengan kampus IPB. Sejak tahun 2014, Desa Ketapang telah melakukan rehabilitasi mangrove sebagai upaya menata wilayah pesisir Pantai," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja.

"Bumi yang kita pijak hari ini bukan lah warisan dari nenek moyang kita, melainkan titipan dari anak cucu kita. Ada dua moment yang tepat untuk menanam pohon, 20 tahun lalu atau hari ini. Artinya, tidak ada kata terlambat untuk menanam pohon," imbuh Soma.

Sebagai informasi, pada kesempatan itu, GAPKI bersama pemerintah kabupaten Tangerang, PLN, Radio Elshinta, dan pemangku kepentingan lainnya tidak hanya melakukan penanaman mangrove, melainkan melepaskan 64 mimi atau hewan belangkas yang terancam punah.

Artikel Terkait