• Selasa, 6 Oktober 2026
Berita Terbaru

Petani Sawit Kotim Kunjungi Kebun Perusahaan, AKPY Dorong Peningkatan Kompetensi Praktis

Palangka Raya, SAWIT INDONESIA — Sebanyak 237 pekebun dan penyuluh dari Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang tengah mengikuti program pelatihan peningkatan kapasitas dijadwalkan menjalani field trip atau kunjungan lapangan ke dua perusahaan perkebunan sawit pada Senin (21/6/2026).

Pelatihan ini diselenggarakan oleh Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta dengan dukungan pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan serta mendapat dukungan dari Direktorat Jenderal Perkebunan sebagai pihak yang merekomendasikan peserta.

Para peserta tersebut terbagi dalam dua bidang pelatihan, yakni teknis budidaya kelapa sawit yang diikuti 149 peserta serta pelatihan panen dan pascapanen yang diikuti 88 peserta. Untuk mendukung efektivitas pembelajaran, seluruh peserta dibagi ke dalam delapan kelas pelatihan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan pembelajaran berbasis praktik agar peserta tidak hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga melihat langsung implementasi teknis budidaya, panen, hingga penanganan pascapanen di lapangan.

Dua perusahaan yang menjadi lokasi kunjungan adalah PT Bumitama Gunajaya Agro Tbk Region Pundu, Kotawaringin Timur, dan PT Bisma Dharma Kencana di Kabupaten Katingan. Dalam pembagian agenda kunjungan, peserta kelas budidaya kelapa sawit dijadwalkan belajar langsung di kebun milik PT Bumitama Gunajaya Agro, sementara peserta kelas Panen dan Pascapanen akan mendalami praktik teknis di PT Bisma Dharma Kencana.

Wakil Direktur AKPY, Dr. Idum Satia Santi, mengatakan kunjungan lapangan (field trip) merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran petani sawit, terutama untuk memperkuat pemahaman teknis yang selama ini telah diberikan dalam sesi kelas.

“Melalui field trip, peserta dapat melihat secara langsung bagaimana standar operasional budidaya yang baik diterapkan oleh perusahaan. Untuk kelas budidaya, peserta akan fokus pada aspek pengelolaan kebun, pemeliharaan tanaman, dan strategi peningkatan produktivitas. Sementara itu, kelas Panen dan Pascapanen akan lebih banyak mempelajari teknik panen yang tepat, pengangkutan hasil, hingga tata kelola tandan buah segar (TBS) agar kualitas tetap terjaga,” ujarnya, saat ditemu di sela-sela kegiatan pelatihan, pada Sabtu (20 Juni 2026), di salah satu hotel ternama di Palangka Raya – Kalimantan Tengah.

“Pembelajaran di kelas memberikan dasar pengetahuan, tetapi di lapangan peserta bisa memahami realitas teknis dan tantangan yang sesungguhnya. Ini penting agar petani memiliki gambaran utuh tentang praktik perkebunan yang efektif dan efisien,” sambung Dr. Idum.

Ia menambahkan, kunjungan ini juga diharapkan menjadi ruang belajar bagi petani untuk mengadopsi praktik-praktik terbaik (best practices) yang dapat diterapkan di kebun masing-masing, khususnya dalam upaya meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil.

Melalui kombinasi pembelajaran teori dan praktik lapangan, AKPY menargetkan para petani sawit rakyat dapat semakin profesional dalam mengelola kebunnya, sekaligus mampu menjawab tantangan industri sawit yang kini semakin menuntut produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan.

Artikel Terkait