• Sabtu, 3 Oktober 2026
Berita Terbaru

Petani Sawit Kabupaten Bengkulu Utara Dapat Pelatihan dari PT CWE yang Didukung BPDPKS dan Ditjenbun

Bengkulu, SAWIT INDONESIA – Upaya meningkatkan kemampuan petani sawit dalam mengelola kebun terus dilakukan pemerintah melalui pelatihan petani sawit yang diadakan PT Citra Widya Education (CWE) dengan dukungan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Ditjen Perkebunan (Ditjenbun).

Pelatihan ini merupakan implementasi dari program Pengembangan SDM Perkebunan (SDM PKS) dari BPDPKS dan Ditjenbun yang diselenggarakan oleh PT CWE, sebagai Lembaga pelatihan. Kali ini, pelatihan petani sawit dilaksanakan selama lima hari (Senin – Jum’at, 15 – 19 Juli 2024) diikuti oleh 88 orang dari Kabupaten Bengkulu Utara, yang diadakan di salah satu hotel di Bengkulu.

Dalam pelaksananaannya, pelatihan terbagi menjadi dua modul dan kelas yaitu Teknis Budidaya Tanaman Kelapa Sawit dan Panen & Pascapanen.

Deputi Direktur PT Citra Widya Education (CWE), Ahmad Mahfud, S.T., M.T. mengatakan bahwa peran kelapa sawit sangat penting di Indonesia karena hasil tanaman atau produksinya dapat mendukung berbagai kebutuhan masyarakat dalam bidang pangan, kesehatan, alternatif sumber energi.

"Oleh karena itu, industri ini perlu diberikan perhatian dan dukungan untuk perkembangan dan peningkatan produksi kelapa sawit, serta menuju kondisi sustainability (berkelanjutan) yang lebih baik. Kita semua perlu bergandengan tangan, bekerjasama, dan saling dukung untuk kemajuan kelapa sawit Indonesia. Salah satu bukti kerjasama yang dijalankan adalah program pengembangan pelatihan sumber daya manusia kelapa sawit, yang terdiri dari dua jenis program yaitu pelatihan untuk pekebun sawit, dan beasiswa pendidikan untuk para generasi muda,” ujarnya, dalam keterangan yang diterima redaksi sawitindonesia.com, pada Selasa (16 Juli 2024).

Selanjutnya, Ahmad Mahfud menyampaikan ada dua topik (modul) pelatihan yang dilaksanakan di Provinsi Bengkulu. Kedua materi tersebut bertujuan untuk memberikan peningkatan, penguatan dan menjaga produktivitas kelapa sawit dengan menerapkan teknis budidaya yang tepat dan efektif mulai dari persiapan benih, persiapan lahan, proses penanaman, pemeliharaan (pemupukan dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT)), dan pemanenan kelapa sawit.

"Sementara, untuk modul Panen dan Pascapanen mempelajari proses pemanenan kelapa sawit. Dengan pembahasan persiapan, proses dan transportasi panen," katanya.

"Saya berharap dari pelatihan ini para petani kelapa sawit dapat menambah kompetensinya, sehingga dapat menjaga serta meningkatkan kualitas dan kuantitas Crude Palm Oil (CPO) dengan mulai memperhatikannya dari masa budidaya kelapa sawit di perkebunan. Semoga Allah SWT memberkahi pertemuan kita, memberikan kemudahan, kelancaran dan kesuksesan acara pelatihan ini. Saya juga berharap para petani mendapatkan keberkahan yang sesungguhnya dalam bentuk peningkatan kesejahteraan, peningkatan produktivitas, dan peningkatan kebaikan-kebaikan yang lain,” imbuh Ahmad Mahfud.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkulu Utara yang diwakili Sekretaris Dinas, Hardiantoni, S.H., menyampaikan pelatihan ini sangat penting dan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani di masa yang akan datang.

"Para peserta diharapkan dapat fokus memperhatikan dan mengikuti pelatihan ini agar nantinya ilmu yang didapatkan bisa diterapkan di perkebunan masing-masing. Serta dibagikan ke para petani lain yang belum bisa mengikuti pelatihan ini," ucapnya.

"Para petani umumnya masih menerapkan teknis budidaya yang kurang tepat, seperti dalam hal jarak tanam, cara penanaman dan pemeliharaan. Saya berharap para petani bisa mendapatkan ilmu dari para pemateri yang kompeten dan bisa aktif bertanya selama pelatihan tentang hal-hal yang selama ini belum diketahui, sehingga nantinya bisa bermanfaat untuk seluruh petani kelapa sawit," tambah Hardiantoni.

Hal senada disampaikan, M. Rizon, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Bengkulu. Ia berharap bahwa seluruh petani dapat dengan saksama dan serius mengikuti pelatihan.

"Sebab, dari 23.000 orang petani di Kabupaten Bengkulu Utara, hanya 88 orang yang mengikuti pelatihan ini. Bapak Ibu Petani peserta pelatihan adalah orang-orang pilihan yang nantinya akan menjadi penerus dan penyambung lidah bagi petani yang lain dalam menerapkan teknis budidaya dan panen kelapa sawit yang tepat," katanya, saat menyampaikan sambutan di acara pembukaan pelatihan, pada Senin (15 Juli 2024).

Sebagai informasi, luas lahan perkebunan kelapa sawit di Provinsi Bengkulu mencapai 413.950 ha, dan 77% yaitu 319.000 ha adalah lahan kelapa sawit rakyat.

Lebih lanjut, M. Rizon menambahkan, namun petani kelapa sawit tersebut masih banyak yang belum mengetahui teknis budidaya dan panen yang tepat sehingga pelatihan ini akan sangat penting dan bermakna bagi para petani kelapa sawit.

"Petani kelapa sawit selama ini mengalami berbagai proses dan tantangan dalam mengelola kelapa sawit, mulai dari pembukaan lahan, penataan jarak tanam, penanaman, dan pemeliharaan. Berdasarkan kondisi di lapangan, bahkan beberapa petani menanam kelapa sawit bersamaan dengan jenis tanaman lainnya, padahal sawit merupakan tanaman monokultur, sehingga hal ini berdampak pada produksi CPO yang dihasilkan menjadi tidak maksimal. Oleh karena itu, pelatihan ini sangat bermanfaat bagi petani kelapa sawit karena dapat menambah ilmu, meningkatkan produksi, serta tentunya akan meningkatkan kemakmuran petani," lanjutnya.

Kegiatan pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, M. Rizon, S.Hut., M.Si. Dihadiri Deputi Direktur PT Citra Widya Education, Ahmad Mahfud, S.T., M.T.); staff dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Bengkulu A. Hade Aklus, S.P.; Hidayatullah (Sekretaris), Bickman, SH., MH., MM, (Kepala Bidang Perkebunan), dan Khairiah, S.P. (Sub Koordinator Perbenihan). Serta para pemateri, panitia dari Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkulu Utara serta dari PT Citra Widya Education.

Peserta pelatihan (petani sawit) berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bengkulu Utara, yaitu Kec. Ulok Kupai, Kec. Batik Nau, Kec. Putri Hijau, Kec. Ketahun, Kec. Pinang Raya, Kec. Padang Jaya, Kec. Selebar, Kec. Giri Mulya, Kec. Argamakmur, Kec. Sukun, Kec. Air Padang, Kec. Napal Putih, Kec. Gading, dan Kec. Kampung Melayu.

Artikel Terkait