• Selasa, 6 Oktober 2026
Berita Terbaru

Tingkatkan PAD, Pemprov Riau Berbagi Resep Pengelolaan Pajak Sektor Perkebunan ke Bengkulu

Pekanbaru, SAWIT INDONESIA – Pemerintah Provinsi Riau kembali menjadi tempat pembelajaran terbaik bagi provinsi lain dalam mengelola sumber pendapatan daerah salah satunya Pajak Air Permukaan dari perkebunan sawit. Hal inilah yang membawa rombongan Pemerintah Provinsi Bengkulu bertandang ke Kantor Gubernur Riau, Selasa (7/4/2026).

Kedatangan Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, disambut hangat oleh Sekda Provinsi Riau, Syahrial Abdi. Pembahasan difokuskan pada kebijakan serta mekanisme pengawasan dalam optimalisasi pemungutan pajak air permukaan. Selain itu, kedua pihak juga mengkaji strategi untuk memaksimalkan kontribusi sektor perkebunan terhadap pendapatan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, menyampaikan bahwa pajak air permukaan pada sektor perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu potensi strategis dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Ia menekankan pentingnya kebijakan yang tepat serta pengawasan yang optimal agar pemungutan pajak dapat berjalan efektif.

Menurutnya, kuncinya bukan cuma di aturan, tapi di pengawasan lapangan yang ketat."Kami punya tim khusus yang rutin melakukan uji petik langsung ke perusahaan. Kami cek satu-satu kondisi water meter-nya. Kalau belum standar atau tidak sesuai, langsung kita tindak," tegas Syahrial.

Syahrial Abdi menambahkan, pemerintah juga tengah menyusun perubahan regulasi sebagai dasar pengenaan pajak serta memperkuat koordinasi lintas sektor.

“Kami juga menyusun draft perubahan Peraturan Gubernur, melakukan kerja sama dengan instansi terkait untuk tera ulang water meter, serta memberikan mekanisme pelayanan pajak yang jelas mulai dari pendaftaran hingga pembayaran,” jelasnya.

Lebih lanjut, pengawasan terhadap wajib pajak juga terus diperkuat melalui sinergi dengan perangkat daerah terkait. Hal ini dilakukan guna memastikan kepatuhan wajib pajak serta optimalisasi penerimaan daerah dari sektor pajak air permukaan.

“Melalui koordinasi dengan Inspektorat, Satpol PP, dan OPD terkait, kami melakukan monitoring dan pengawasan secara berkelanjutan. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan penerimaan pajak air permukaan dapat terus meningkat dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah,” ungkapnya.

Langkah tegas Riau ini pun menuai pujian dari Wagub Bengkulu, Mian. Ia mengaku terkesan dengan sistem dan mekanisme yang sudah berjalan di Riau.

"Riau sudah punya sistem yang sangat rapi. Ini jadi pembelajaran penting buat kami di Bengkulu untuk mengadopsi strategi yang relevan, terutama bagaimana memastikan sektor perkebunan bisa berkontribusi lebih besar bagi daerah," ujar Mian.

Ia menambahkan, pengelolaan pajak air permukaan pada sektor perkebunan kelapa sawit memiliki potensi besar jika didukung dengan regulasi yang tepat dan pengawasan yang efektif. Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen untuk mengadopsi strategi yang relevan sesuai dengan kondisi daerah.

Pertemuan ini diharapkan menjadi awal kolaborasi yang lebih erat antar daerah dalam mengoptimalkan pendapatan dari kekayaan alam demi kesejahteraan masyarakat.

Artikel Terkait