Yogyakarta, SAWIT INDONESIA – Sejumlah 372 calon wisudawan dan wisudawati INSTIPER Yogyakarta yang telah merampungkan studi dan akan diwisuda pada Sabtu mendatang, mendapat pembekalan dari alumni yang sudah berkerja dan berkarir di perusahaan perkebunan. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Johan Sukardi, Ketua Umum Keluarga Alumni INSTIPER (KAINSTIPER) masa periode (2023 – 2028), pada Selasa (4 November 2025), di Grha INSTIPER, Yogyakarta.
Dikatakan Johan, pihaknya menginginkan alumni-alumni INSTIPER yang akan memasuki dunia kerja agar mendedikasikan dirinya di berbagai sektor sesuai dengan kompetensinya di berbagai sektor.
“Kebetulan alumni INSTIPER terbanyak di sektor perkebunan bisa mencapai 60% yang tersebar di berbagai perusahaan perkebunan, tak terkecuali perusahaan perkebunan sawit. Ini yang menjadi daya tarik. Untuk itu, mulai saat ini kuatkan niatnya untuk mendedikasikan diri bekerja dan berkarir untuk kehidupan lebih baik. Gunakan kemampuan dan kompetensi di dunia kerja,” katanya.
Alumni INSTIPER berbekal pendidikan yang telah dilalui memiliki karakter jujur, ulet dan pantang menyerah. Maka, tak heran banyak alumni-alumni INSTIPER mampu menduduki jabatan-jabatan strategis di perusahaan-perusahaan perkebunan dan pemerintahan.
“Mudah-mudahan kalian bisa menposisikan diri dengan baik untuk mencapai posisi yang terbaik untuk berkarir di dunia kerja. Ada beberapa contoh alumni yang sukses dalam bekerja dan meniti karir. Misalnya, menjadi direktur di berbagai perusahaan perkebunan. Bahkan ada juga yang saat ini staff ahli di Kementerian Kehutanan, tentu masih banyak alumni-alumni INSTIPER lainnya yang sukses, yang bisa menjadi motivasi,” ungkap Johan yang saat ini berkarir di perusahaan perkebunan sawit ternama di Indonesia.
“Satu hal lagi yang tidak kalah penting bagi alumni INSTIPER. Bangun komunikasi dengan para alumni INSTIPER yang tergabung di Keluarga Alumni INSTIPER (KAINSTIPER). Ini menjadi penting untuk membangun kebersamaan dan kekuatan sesama alumni INSTIPER untuk menata diri dan kehidupan yang lebih baik,” imbuhnya.
Bangun komunikasi dengan sesama alumni
Seperti diketahui, KAINSTIPER didirikan sejak 1969. Hingga saat ini sudah ada Pengurus Daerah yang tersebar di berbagai daerah. Tujuannya tak lain untuk membangun kebersamaan dan kekuatan sesama alumni di tengah kehidupan bermasyarakat.
Lebih lanjut, Johan mengutarakan saat kali pertama bekerja di Kalimantan Tengah, pada 1996. Saat itu kesulitan mencari alumni (senior) yang sudah bekerja. Kemudian, seiring berjalannya waktu, bertemu dengan salah satu satu alumni (senior) yang sekarang menjadi staff ahli Menteri Kehutanan.
“Seiring berjalannya waktu, kami menata diri dan komunikasi dengan para alumni untuk membangun kekuatan dan membangun jaringan. Tujuannya apa? Untuk menjaga ruh dari INSTIPER meski sudah lulus sehingga emosional alumni INSTIPER tidak terputus bahkan semakin terjalin dengan baik,” ucapnya.
“Bangun dan dedikasikan diri kita bersama para alumni di KAINSTIPER untuk kehidupan lebih baik. Bagaimana? Kalau memang berkecimpung di sektor perkebunan, tunjukkan menjadi planter terbaik dan berdedikasi tinggi,” tambah Johan.
Ia pun berharap kepada calon-calon alumni yang akan diwisuda. Agar bersama-sama dengan semangat baru membangun komunikasi dengan para alumni INSTIPER agar kebersamaan bisa terbangun untuk lebih baik.
“Kalian harus bisa menata diri agar lebih baik bersama-sama alumni INSTIPER yang tersebar di berbagai daerah. Misalnya, alumni dari Kalimantan Tengah, ada mas Zainun (Ketua Pengurus Daerah KAINSTIPER). Dan, jaga nama baik almamater (INSTIPER) dan Keluarga Alumni INSTIPER (KAINSTIPER),” pungkas Johan.






