Palangka Raya, SAWIT INDONESIA - Ketua Sekretariat Tim Pengembangan SDM PKS, Ditjen Perkebunan, Eva Lizarmi ungkapkan pesan untuk peserta pelatihan petani sawit agar bisa memanfaatkan kesempatan yang ada untuk menyerap ilmu yang disampaikan oleh instruktur selama pelatihan.
Hal itu diutarakannya, dihadapan 255 peserta (petani sawit) dari Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, yang sedang mengikuti pelatihan bagian dari Program Pengembangan Sumberdaya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit, hasil kolaborasi Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Direktorat Jenderal Perkebunan – Kementerian Pertanian, dan AKPY-Stiper. Yang dilaksanakan selama lima hari (30 Agustus – 3 Agustus 2023), di Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Tidak hanya berpesan, Eva juga berharap, agar peserta pelatihan petani sawit yang diikuti selama lima hari dan kunjungan ke kebun milik perusahaan.“Tidak hanya sekedar melaksanakan pelatihan saja, tetapi usai pelatihan peserta bisa menyebarluaskan informasi (pengetahuan) tentang sawit dari materi yang telah didapat selama pelatihan agar menyampaikan pada pekebun-pekebun lain, dan masyarakat sekitar,” harapnya.
“Dan, kami berharap peserta dapat menjalankan pelatihan dengan baik sehingga mendapatkan ilmu dan bisa dibagikan pada orang lain,” imbuh Eva menegaskan.
Diketahui, pelatihan petani sawit bagian dari program pengembangan Sumberdaya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDM PKS), telah dilaksanakan sejak sejak 3 tahun lalu, tepatnya di 2021. Yang dapat diikuti oleh pekebun/petani sawit, keluarga pekebun, penyuluh, tenaga pendamping, ASN dan masyarakat sekitar kebun.
Lebih lanjut, Eva mengatakan kenapa sasaran peserta pelatihan di antaranya petugas pendamping dan ASN di sektor perkebunan sawit? Nantinya peserta (petugas pendamping dan ASN di sektor pertanian/perkebunan) bisa menjadi perpanjangan tangan dari Dinas Provinsi dan Kabupaten, dalam hal mendampingi pekebun sawit.
“Sehingga (mereka) setelah mendapatkan ilmu dari pelatihan dan kunjungan ke kebun perusahaan, mampu memberikan solusi bagi permasalahan atau kendala yang dihadapi petani sawit,” ucapnya.
“Meski dalam pelaksanaannya di bagi kelas-kelas dengan materi yang berbeda, tetapi kami berharap peserta dapat berkomunikasi dan bertukar pengetahuan serta melengkapi dari materi yang didapat selama pelatihan,” tambah Eva.
Seperti diketahui, pada pelatihan petani sawit yang diikuti oleh peserta dari Kabupaten Kotim dan Kobar, ada empat materi di antaranya yaitu teknis budidaya kelapa sawit, pengelolaan sarana prasarana, panen dan pasca panen, dan teknik pemetaan lokasi perkebunan kelapa sawit.
Dengan rincian, peserta dari Kabupaten Kobar mengikuti pelatihan teknis budidaya kelapa sawit 62 orang terbagi menjadi 2 kelas, pelatihan pengelolaan sarana prasarana 31 orang (1 kelas), pelatihan panen dan pasca panen 30 orang (1 kelas), dan pelatihan teknik pemetaan lokasi perkebunan kelapa sawit 31 orang (1 kelas). Sementara, peserta dari Kabupaten Kotim sebanyak 101 orang terbagi menjadi 3 kelas, dengan materi teknis budidaya kelapa sawit.
Materi-materi yang disampaikan merupakan bagian untuk meningkatkan danpenguatan kapasitas SDM PKS, yaitu memberikan pengertian dan pemahaman tentang cara budidaya kelapa sawit yang berkelanjutan (Good Management Practices), dan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kemandirian, manajerial dan kewirausahaan yang berdaya saing perkebunan kelapa sawit berkelanjutan.














