• Rabu, 7 Oktober 2026
Berita Terbaru

Pertamina SAF dari Minyak Jelantah Siap Terbang, Emisi Karbon Turun hingga 84%

Jakarta, SAWIT INDONESIA - PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) resmi melakukan pengiriman perdana produk bioavtur Pertamina Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbahan baku minyak jelantah (used cooking oil/UCO). Langkah ini menjadi tonggak penting dalam peta jalan pengembangan bahan bakar ramah lingkungan di Indonesia.

Direktur Utama KPI, Taufik Adityawarman, menyebut momen ini sebagai kebanggaan nasional. “KPI secara resmi melakukan seremonial pengiriman perdana produk Pertamina SAF berbahan baku minyak jelantah,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (12/8/2025).

Pengiriman perdana ini dipersiapkan untuk penerbangan komersial Pelita Air Services rute Jakarta–Denpasar yang dijadwalkan pertengahan Agustus 2025. Sebanyak 32 kiloliter Pertamina SAF dari Kilang Cilacap disiapkan untuk uji terbang tersebut.

Taufik menjelaskan, Proyek Green Refinery Cilacap menjadi langkah strategis menuju transisi energi bersih, dengan potensi pengurangan emisi karbon hingga 84% dibandingkan avtur berbasis fosil. Upaya ini sejalan dengan target pemerintah mencapai net zero emission pada 2060 atau lebih cepat.

Setiap maskapai yang menggunakan SAF Pertamina akan memperoleh Proof of Sustainability dari ISCC CORSIA, yang menjamin rantai pasok memenuhi standar keberlanjutan dan diaudit oleh lembaga internasional. Minyak jelantah yang digunakan telah melalui pengujian menyeluruh dan diolah dengan teknologi co-processing UCO di Unit Treated Distillate Hydro Treating (TDHT), menggunakan Katalis Merah Putih hasil inovasi dalam negeri.

Produk SAF ini telah memenuhi standar internasional ASTM D1655 dan Def Stan 91-091, menjadikannya SAF pertama di Indonesia dan Asia Tenggara yang mengantongi sertifikasi resmi. Pada tahap awal, kapasitas produksi ditargetkan mencapai 9 metrik barel dengan komposisi 2–3% UCO. Selanjutnya, KPI berencana mengirim 1,7 juta liter SAF melalui kapal ke Bandara Soekarno-Hatta.

Produksi berbasis UCO ini melanjutkan keberhasilan KPI memproduksi SAF dari refined, bleached, and deodorized palm kernel oil (RBDPKO) atau minyak inti sawit, yang telah diuji terbang bersama Garuda Indonesia pada 2021 dan 2023 di rute Jakarta–Solo.

“Inovasi dan uji coba yang kami lakukan membuktikan bahwa bahan bakar aviasi berbasis nabati bukan lagi sekadar konsep. Pertamina SAF akan menjadi solusi strategis bagi industri penerbangan berkelanjutan di masa depan,” tegas Taufik.

Artikel Terkait