SAWIT INDONESIA - Ditahun 2026 ini, pertama kali kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan dalam rangka program pengembangan sumber daya manusia Perkebunan (SDM Perkebunan) dari BPDP dan Ditjenbun. Program ini awalnya dimulai tahun 2017 sempat berhenti tahun 2019 dan mulai dilanjutkan lagi tahun 2022 sampai sekarang. Kesepatan pertama pelatihan yang diikuti peserta dari Indragiri Hilir adalah pelatihan panen dan pasca panen yang diselenggarakan oleh Best Planter Indonesia (BPI) pada tanggal 22 – 26 Juni 2026 (5 hari efektif) di Hotel Furaya, Pekanbaru.
Perjalanan dari Tembilahan (ibukota kabupaten Indragiri Hilir) ke kota pekanbaru memakan waktu 11 jam. Hal ini tidak menyurutkan keinginan pekebun dari Inhil untuk menuntut ilmu dan pengalaman di Pelatihan Panen dan Pasca Panen. Sebelum berangkat, peserta sudah diberi penjelasan yang cukup dari pendamping Disbun kabupaten perihal gambaran kegiatan. Dalam 5 hari kegiatan, 4 hari dilaksanakan dikelas dan 1 hari kunjungan lapang. Perlengkapan yang harus dibawa dalam pelatihan hanyalah pakaian, sepatu dan obat- obatan pribadi. Perlengkapan lain seperti topi, tas, baju polo shirt, tumbler, modul pelatihan, buku catatan, buku panduan pelatihan, kartu tanda peserta sudah disiapkan panitia dengan dukungan penuh pendanaan dari BPDP. Terima kasih BPDP.
Selama pelatihan, peserta dari Inhil dipandu oleh seorang wali kelas yang sekaligus sebagai salahsatu narasumber. Peserta juga didampingi oleh seorang pendamping kelas dari Disbun Kabupaten dan beberapa orang panitia dari BPI. Kegiatan berlangsung kondusif dan fleksibel. Panitia di kelas melibatkan peserta untuk berpartisipasi aktif dengan menunjuk perwakilan peserta sebagai ketua kelas. Update rancangan kegiatan dikomunikasikan dan dikoordinasikan panitia dengan ketua kelas dan dengan seluruh peserta.
Keberadaan panitia selama pelatihan menjadi keluarga kedua bagi para peserta. Segala keperluan peserta terkait pelatihan bisa disampaikan kepada panitia. Jika ada peserta yang sakit, panitia kelas siap siaga memberikan obat dan vitamin, termasuk mengantarkan peserta ke klinik 24 jam apabila obat yang diberikan panitia tidak mempan mengobati sakitnya peserta. Pada jam – jam rawan pelatihan seperti setelah coffee break pagi, habis istirahat siang dan setelah coffee break sore, panitia memulai kelas dengan menampilkan ice breaking sebelum narasumber memberikan materinya.
Dalam sesi kunjungan lapang, peserta dari Inhil menempati bus nomor 4 dengan peserta 1 kelas = 1 bus, didampingi oleh panitia kelas. Sesi kunjungan lapang menjadi moment yang ditunggu peserta, ketika mereka bisa membandingkan kebun yang dikunjungi dengan kebun yang dikelola peserta. Panen perdana umur 26 bulan dengan produksi 16 ton/ha/tahun, dan panen berikutnya usia 4 tahun (TM1) dengan produksi 21 ton/ha/tahun menjadi hal yang sangat menarik bagi peserta. Dengan produksi tersebut, pekebun mendapat bagi hasil (amprah) mencapai 10 – 11 juta/kapling/bulan net atau 5 jutaan/ha/bulan net. Setelah kunjungan lapang, peserta bertekad meniru apa yang dilakukan oleh Koperasi Produsen Tunas Muda yang menjadi tempat kunjungan lapang.
Semoga pelatihan perdana dari peserta asal kabupaten Indragiri Hilir ini membawa manfaat sebesar – besarnya dan membawa kesan yang baik dan memuaskan ketika mereka kembali Tembilahan. Kesan positif ini bisa ditularkan ke pekebun yang lain agar mau mendaftarkan diri dan mengikuti pelatihan yang diselenggarakan BPDP dan Ditjenbun dengan provider BPI.
Salam Planter Indonesia Habat,






