Penulis: Mahendra Siregar (Pengamat Geopolitik)
Pada 3 November 2026, Amerika Serikat menggelar pemilu sela untuk memilih seluruh 435 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), 35 senator, dan gubernur di 36 negara bagian. Tulisan ini berfokus pada Senat, lembaga yang berperan dalam pengangkatan pejabat dan hakim, pengawasan pemerintahan, serta kewenangan Kongres mengenai perang.
Republik kini menguasai 53 kursi Senat dan blok Demokrat 47. Hanya 35 kursi diperebutkan pada tanggal 3 November: 33 melalui pemilihan reguler, ditambah pemilihan khusus untuk sisa masa jabatan JD Vance di Ohio, kini Wakil Presiden, dan Marco Rubio di Florida, kini Menteri Luar Negeri. Republik mempertahankan 22 kursi, Demokrat 13. Jika seluruh kursinya bertahan, Demokrat memerlukan empat kursi Republik untuk mencapai mayoritas 51.
Peta yang Melebar
Penilaian Cook Political Report akhir Oktober menempatkan North Carolina sebagai peluang terkuat Demokrat. Di sana, mantan gubernur Roy Cooper menghadapi Michael Whatley. Enam kursi Republik lain berstatus berimbang: Alaska, Iowa, Kansas, Maine, Ohio, dan Texas. Pada 20 Oktober, Cook juga menggeser South Carolina dan Mississippi satu tingkat ke arah Demokrat, sedangkan Minnesota bergeser satu tingkat ke arah Republik.
Survei Reuters/Ipsos akhir Oktober mencatat tingkat persetujuan (approval rate) terhadap Trump sebesar 32 persen, dengan inflasi dan kenaikan harga bensin akibat perang Iran membebani pemerintah. Tekanan nasional isu affordability ini cenderung menggerakkan pertarungan berimbang ke arah yang sama, dengan intensitas berbeda. Kualitas calon kemudian menentukan seberapa jauh dorongan itu dimanfaatkan: rekam jejak Sherrod Brown di Ohio, kontroversi Ken Paxton di Texas, dan ketahanan Susan Collins di Maine. Dalam analisis 30 Oktober, Cook menempatkan Demokrat sebagai unggul tipis, meskipun tujuh pertarungan masih berimbang.
Di Nebraska, calon independen Dan Osborn menantang senator Republik Pete Ricketts dan menyatakan tidak akan bergabung dengan kaukus partai mana pun. Kemenangannya akan mengurangi kursi Republik tanpa otomatis menambah blok Demokrat.
Pertahanan Demokrat
Dari 13 kursi Demokrat, Cook menilai sembilan solid, sementara Georgia, New Hampshire, dan Minnesota diunggulkan bagi Demokrat. Michigan, kursi terbuka setelah Gary Peters tidak mencalonkan diri kembali, berstatus berimbang.
Calon Demokrat Abdul El-Sayed, lulusan kedokteran Columbia dan doktor Oxford yang pernah memimpin dinas kesehatan Detroit, berpeluang menjadi senator Muslim pertama dalam sejarah Amerika. Lahir di Michigan dari keluarga imigran Mesir, ia menghadapi Mike Rogers dari Republik. Kampanyenya menekankan layanan kesehatan dan biaya hidup, sementara serangan terhadap agama serta loyalitasnya, dan perdebatan mengenai dukungan Washington kepada Israel, mempertajam persaingan.
Sebagian pendukung pesaingnya dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokratjuga belum bersatu. Survei akhir Oktober menunjukkan keunggulannya dengan selisih bervariasi. Jika Michigan lepas, Demokrat membutuhkan lima kemenangan atas Republik, misalnya North Carolina ditambah empat dari enam kursi Republik yang berimbang.
Empat Skenario Washington
Pergantian mayoritas Senat tidak dengan sendirinya mengubah kewenangan konstitusional presiden. Yang berubah adalah kemampuan Kongres mengawasi, menyetujui, atau menghambat penggunaannya.
Tulisan “Dampak War Powers Resolution/WPR terhadap Perang Iran” menekankan arti politik Resolusi Kewenangan Perang 1973 dalam membatasi ruang gerak presiden. Perubahan mayoritas dapat mempermudah pengajuan langkah pembatasan operasi militer Trump, tetapi daya ikatnya bergantung pada instrumen, prosedur, dan kemungkinan veto. Pembatalan veto memerlukan dua pertiga suara di Senat dan DPR.
Demikian pula, penguasaan kedua kamar oleh Demokrat belum cukup untuk memaksakan pembalikan kebijakan tarif dan sanksi yang ditolak Trump. Pengawasan legislatif dapat meningkat lebih cepat daripada kemampuan mengubah kebijakan.
Skenario A: Republik Bertahan—Demokrat 49 kursi atau kurang. Gedung Putih tetap memiliki jalur lebih mudah untuk konfirmasi hakim, duta besar, dan pejabat keamanan nasional. Jika DPR beralih ke Demokrat, tekanan bertambah melalui investigasi dan proses anggaran.
Skenario B: Mayoritas melalui Wakil Presiden—50–50. Kendali tetap pada Republik melalui suara penentu Vance. Dalam pemungutan suara yang terbelah menurut partai, satu pembelotan Republik dapat mengubah hasil keputusan yang membutuhkan mayoritas sederhana. Pemerintah harus lebih sering menegosiasikan dukungan di dalam partainya.
Skenario C: Senat Beralih—Demokrat 51 kursi atau lebih. Demokrat mengendalikan agenda dan komite, termasuk Komite Hubungan Luar Negeri dan Komite Angkatan Bersenjata. Konfirmasi pejabat dan hakim dapat ditunda atau ditolak.
Undang-undang tetap memerlukan persetujuan DPR, sementara banyak legislasi menghadapi ambang 60 suara untuk mengakhiri perdebatan, dengan pengecualian tertentu. Kebijakan luar negeri tidak otomatis melunak. Pembatasan ekspor teknologi terhadap Tiongkok, misalnya, mendapat dukungan lintas partai.
Dua tahun berikutnya kemungkinan didominasi investigasi, pembatasan agenda Trump, dan persaingan menuju pemilihan presiden 2028. Trump memiliki insentif mempertahankan pengaruh melalui veto dan tindakan eksekutif. Kesepakatan terbatas tetap mungkin, terutama untuk menjaga pendanaan pemerintah, tetapi lebih sebagai hasil tekanan daripada terbentuknya agenda bersama.
Skenario D: Penentu Independen. Kemenangan Osborn dapat menghasilkan komposisi tanpa blok 51 kursi. Sikapnya terhadap pengorganisasian Senat dapat memengaruhi kepemimpinan dan pembagian komite. Dalam sebagian kombinasi, suara penentu Vance tetap menjadi faktor.
Bagi pasar, Kongres terbelah mempersempit ruang bagi pemotongan pajak tambahan atau belanja baru menurut agenda Trump, sekaligus meningkatkan risiko kebuntuan anggaran dan government shutdown. Namun, hambatan terhadap ekspansi baru tidak otomatis menurunkan defisit: kewajiban belanja dan pembayaran bunga tetap berjalan. Kebutuhan pembiayaan dapat tetap besar, sementara keputusan pendanaannya semakin sarat konflik. Kebuntuan legislasi juga dapat berjalan bersamaan dengan kebijakan dagang yang tetap agresif melalui kewenangan eksekutif.
North Carolina menguji peluang terkuat Demokrat. Kekalahan di Michigan memperbesar kemungkinan Skenario A atau B; kemenangan di Ohio dan Texas sekaligus memperbesar peluang Skenario C. Nebraska menentukan apakah Skenario D terbuka. Hasil DPR menentukan apakah tekanan terhadap Trump diperkuat melalui kamar lainnya.
Penghitungan suara berperingkat di Alaska dan Maine dapat menunda kepastian. Alaska menargetkan pengesahan pada 25 November, meskipun pemenang bisa diketahui sebelumnya.
Empat kursi dapat mengubah kendali Senat. Konsekuensinya kemungkinan lebih terasa pada meningkatnya hambatan terhadap Trump dan pertarungan menentukan siapa yang bertanggung jawab atas keadaan Amerika menjelang 2028.















