• Jumat, 2 Oktober 2026
Berita Terbaru

Penerima Beasiswa Sawit INSTIPER Lulus Sebagian Besar Sudah Direkrut Perusahaan

YOGYAKARTA, SAWIT INDONESIA — Program Beasiswa SDM Perkebunan Kelapa Sawit (PKS) dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) kembali menunjukkan hasil positif. Sebanyak 50 mahasiswa penerima beasiswa di INSTIPER Yogyakarta berhasil lulus dengan capaian akademik membanggakan, bahkan sebagian di antaranya telah lebih dulu diterima bekerja di perusahaan sawit nasional sebelum resmi diwisuda.

Para mahasiswa yang merupakan angkatan pertama penerima Beasiswa SDM PKS BPDP tahun akademik 2022/2023 itu dilepas dalam wisuda yang digelar di Auditorium INSTIPER Yogyakarta, Kamis (22/5). Mereka menyelesaikan studi rata-rata dalam waktu 3,7 tahun dengan predikat baik dan kesiapan kerja yang dinilai tinggi oleh industri.

Dari total lulusan, sebanyak 26 mahasiswa berasal dari minat studi Sarjana Perkebunan Kelapa Sawit (SPKS) Program Studi Agroteknologi dan 24 mahasiswa lainnya dari minat studi Sarjana Manajemen Bisnis Perkebunan (SMBP) Program Studi Agribisnis.

Menariknya, 56 persen lulusan tercatat sudah diterima bekerja di berbagai perusahaan perkebunan sawit nasional. Bahkan, 36 persen di antaranya memperoleh “golden ticket” atau penerimaan kerja tanpa tes rekrutmen karena dinilai memiliki kemampuan teknis dan manajerial yang baik selama menjalani program magang.

Sejumlah perusahaan yang telah merekrut lulusan penerima beasiswa tersebut antara lain PT Karyamas, PT Kayan, Sinar Mas, PT Triputra Agro Persada, PT Palma Serasih, dan PT Citra Borneo Indah.

Selain itu, sekitar 20 persen lulusan mendapatkan rekomendasi perusahaan untuk bekerja, 4 persen memilih melanjutkan pendidikan, sementara sisanya masih menjalani proses seleksi kerja.

Rektor INSTIPER Yogyakarta, Dr. Harsawardana, M.Eng menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan BPDP atas dukungan pengembangan SDM sawit melalui program beasiswa tersebut. Program ini membuka peluang besar bagi generasi muda sawit untuk memperoleh pendidikan tinggi sekaligus akses langsung ke dunia industri.

“Terima kasih kepada negara yang telah memfasilitasi pengembangan SDM kelapa sawit melalui Beasiswa SDM PKS, dan kepada BPDP yang terus mempercayai INSTIPER menyelenggarakan program ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, INSTIPER yang berdiri sejak 1958 terus memperkuat kolaborasi dengan industri perkebunan. Saat ini kampus tersebut telah bekerja sama dengan 141 perusahaan mitra yang secara rutin melakukan rekrutmen langsung di lingkungan kampus.

Sementara itu, Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah, menegaskan bahwa Beasiswa SDM PKS merupakan investasi negara dalam mencetak generasi muda sawit yang kompeten dan siap terjun ke lapangan.

“Pemerintah tidak hanya berharap Saudara lulus, tetapi juga berkontribusi bagi industri kelapa sawit nasional. Jangan sampai kebun sawit diremajakan, tetapi yang mengelola masih orang-orang tua. Sudah saatnya generasi muda mengambil peran nyata,” kata Dr. Harsawardana.

Prestasi akademik mahasiswa penerima beasiswa juga menjadi perhatian. Dani Iqbal berhasil menjadi lulusan terbaik Program Studi Agroteknologi dengan IPK 3,93. Sementara Gilberto Silva Lubis meraih IPK tertinggi Program Studi Agribisnis dengan nilai yang sama.

Mewakili mahasiswa penerima beasiswa, Dani Iqbal mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan pendidikan yang diberikan melalui program BPDP.

“Melalui beasiswa ini, kami yang berasal dari keluarga petani maupun karyawan perkebunan sawit memperoleh kesempatan menempuh pendidikan tinggi dan membuka peluang hidup yang lebih baik. Kami siap berkontribusi untuk pengembangan industri sawit Indonesia,” ujarnya.

Selain unggul secara akademik, mahasiswa penerima Beasiswa SDM PKS INSTIPER juga aktif mengembangkan keterampilan praktis dan teknologi melalui berbagai program pengembangan diri seperti Drone Academy, English Academy, AI Academy, hingga IoT Academy.

Berbagai prestasi turut diraih mahasiswa penerima beasiswa di tingkat lokal maupun nasional. Salah satunya Tegar Arief Kurniawan yang pernah terpilih sebagai mahasiswa berprestasi utama INSTIPER dan masuk Top 9 Mahasiswa Berprestasi tingkat LLDikti Wilayah V.

Artikel Terkait