Berita Terbaru
Penduduk Indonesia Menghasilkan Emisi GHG Lebih Kecil Dari Penduduk Negara Lain
Berdasarkan data IEA (2016), menujukkan bahwa penduduk Indonesia bukan kontributor emisi GHG terbesar dibandingkan dengan penduduk negara lain. Bahkan, emisi penduduk Indonesia tergolong terrendah di dunia.
Negara yang emisi per kapita (per orang) lima besar tertinggi adalah Qatar, Kuawit, Luxemburg, Saudi Arabia, dan USA yang emisi per kapita di atas 16 ton CO2. Emisi per kapita penduduk Indonesia tergolong rendah yakni 1,7 ton CO2 hanya sekitar seper sepuluh dari emisi penduuk Amerika Serikat. Bahkan, emisi per kapita penduduk Indonesia masih jauh lebih rendah dari emisi rata-rata penduduk dunia, dibawah rata-rata penduduk Eropa dan di bawah rata-rata penduduk OECD maupun non OECD.
Berdasarkan data-data tersebut, untuk menyelamatkan bumi dari pemasaran lebih lanjut dan mencegah masyarakat dunia dari berbagai bentuk dampak perubahan iklim, maka setiap orang penduduk yang emisinya lebih tinggi dari Indonesia seperti Qatar, Kuwait, Luxembrug, Saudi Arabia, USA, negara-negara Eropa, China, Singapura dan seterusnya harus diturunkan.
Indonesia dan Perbandingan Negara dalam Emisi CO2 Per Kapita
Negara
Ton CO2/Kapita
Negara
Ton CO2/Kapita
Qatar
35,73
Saudi Arabia
16,40
Kwuawit
22,94
Amerika Serikat
16,22
Luqembrug
16,57
Brunai Darussalam
16,06
Austria
7,11
Asustralia
15,81
Norwegia
6,87
Kanada
15,61
China
6,66
Jepang
9,35
United Kingdom
6,31
Jerman
8,93
Islandia
6,25
Singapura
8,29
EU-28
6,22
Finlandia
8,28
Korea
11,26
Belgia
7,83
Denmark
6,12
Malaysia
7,37
Russia
10,20
Indonesia
1,72
Irlandia
7,34
India
1,56
Italia
7,34
Asia
4,91
Iran
7,12
Non OECD
3,24
Belanda
8,80
OEDC Total
9,36
Yunani
6,03
OECD Amerika
12,67
Spanyol
4,99
OECD Asia Oceania
10,41
Swiss
4,61
OECD Eropa
6,05
Perancis
4,32
Dunia
4,47
Sumber: IEA, 2016
Masalahnya memang menurunkan emisi berarti menurunkan kemewahan/kesejahteraan. Maukah rakyat di negara-negara pengisi tertinggi tersebut menurunkan kemewahannya? Jika tidak bersedia, jangan mencari “Kambing Hitam” atau mengalihkan masalah pemanasan global/perubahan iklim global ke rakyat negara lain yang lebih rendah emisinya seperti rakyat Indonesia.
Sumber : Mitos vs Fakta, PASPI 2017














