• Rabu, 7 Oktober 2026
Berita Terbaru

Pemanfaatan Biodiesel B40 Capai 6,8 Juta KL Hingga Juni 2025, Baru Setengah dari Target

Jakarta, SAWIT INDONESIA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi pemanfaatan bahan bakar nabati (BBN) campuran 40% biodiesel (B40) mencapai 6,8 juta kiloliter (KL) per Juni 2025. Capaian tersebut setara 50,4% dari target tahunan sebesar 13,5 juta KL.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan, implementasi B40 berlaku untuk sektor public service obligation (PSO) maupun non-PSO. “Realisasinya sudah 6,8 juta KL atau 50,4% dari target 2025. Insyaallah akan tercapai,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (11/8/2025).

Menurut Bahlil, program B40 mampu menghemat devisa hingga US,68 miliar atau setara Rp60,37 triliun pada tahun ini. Pemerintah juga tengah mengkaji regulasi agar industri non-PSO dapat membeli B40 dengan harga lebih terjangkau.

Tantangan Implementasi B40

Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi), Ernest Gunawan, menilai penerapan biodiesel masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah pasokan minyak sawit mentah (CPO) untuk memproduksi Fatty Acid Methyl Ester (FAME), bahan utama biodiesel.

Ia menjelaskan, kebutuhan solar nasional mencapai 40 juta KL per tahun. Jika pemerintah beralih ke B50 tahun depan, diperlukan sekitar 20 juta KL FAME. Hal ini menuntut peningkatan produktivitas perkebunan sawit.

Tantangan lain mencakup kualitas biodiesel, kesiapan logistik dan infrastruktur di titik serah dan suplai, disparitas harga dengan solar, serta aspek penanganan dan penyimpanan. Ernest menegaskan perlunya kerja sama semua pihak untuk memastikan kualitas dan kesiapan sarana prasarana jika tingkat pencampuran biodiesel dinaikkan.

Artikel Terkait