• Sabtu, 19 September 2026
Berita Terbaru

PELATIHAN PERDANA PEMBUATAN DAN APLIKASI PUPUK ORGANIK, DISAMBUT ANTUSIAS OLEH 201 PESERTA, TERIMA KASIH BPDP – DITJENBUN – BPI

SAWIT INDONESIA - Ada modul pelatihan baru ditahun 2026 ini pada program pengembangan sumberdaya manusia perkebunan yang didanai oleh BPDP (Badan Pengelola Dana Perkebunan), mendapat rekomendasi teknis dari Ditjenbun (Direktorat Jenderal Perkebunan) dan diselenggarakan oleh Best Planter Indonesia (BPI). Modul Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik menjadi modul pelatihan yang ditunggu – tunggu dan disambut antusias oleh 201 peserta pelatihan asal Kabupaten Kuantan Singingi dan Kabupaten Bengkalis, provinsi Riau. Durasi pelatihannya 4 hari atau setara 32 jam pelajaran, terdiri dari 3 hari sesi materi dikelas dan 1 hari sesi kunjungan lapang.

BPI menyelenggarakan pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik pada tanggal 30 Juni – 3 Juli 2026 dihotel Bono, Pekanbaru. Selama sesi pelatihan, dikombinasikan antara presentasi materi sebagai dasar keilmuan dengan praktek pembuatan pupuk organik. Mulai dari pemilihan bahan baku, proses pembuatan pupuk organik, pengamatan indikator keberhasilan atau kegagalan produk, uji kualitas pupuk organik yang dihasilkan, serta cara aplikasi pupuk organik. Respon dari salah satu peserta pelatihan mengatakan, “air cucian beras yang selama ini kita buang, ternyata bisa jadi pupuk organik”.

Selain pembuatan pupuk organik dari air cucian beras, ada pembuatan molase sebagai makanan mikroba, pembuatan bakteri asam laktat dari susu segar, pembuatan mikroba dari akar dan tanah bambu, pembuatan pupuk organik cair dari sayur dan buah-buahan dan praktek lainnya. Peserta tidak hanya diajarkan pembuatan pupuk organik, tapi juga perbanyakan pupuk organik dan pengkayaan pupuk organik. Pengkayaan dapat dengan memperbanyak jenis mikroba, menambahkan jenis hormon dan memperkaya kandungan hara didalam pupuk organik. Pupuk organik super adalah pupuk yang banyak mikrobanya, banyak kandungan hormon, dan diperkaya hara NPK. Salah satu contoh produk pupuk organik super mengandung 3 jenis mikroba dan 4 jenis hormon.

Dalam waktu pelatihan yang singkat 4 hari ini, dihari terakhir peserta bisa melihat sendiri proses yang terjadi pada pupuk organik yang dipraktekkan dihari pertama atau kedua. Peserta bisa praktek memisahkan susu padatan (skim) dengan larutan bakteri asam laktat, mengidentifikasi jamur yang tumbuh di nasi hasil pancingan akar dan tanah bambu, memperbanyak mikroba dengan molase, mengubah pupuk organik cair menjadi pupuk organik padat dengan bantuan media dedak, serta memperkaya mikroba yang ada dalam media dedak.

Pelatihan pembuatan dan aplikasi pupuk organik ini memang sangat dibutuhkan oleh peserta pekebun sawit. Sehari pasca pelatihan, beberapa peserta memposting praktek pembuatan dan aplikasi pupuk organik yang telah mereka lakukan sebelumnya, sambil berkonsultasi dengan wali kelas narasumber, dan hal ini menjadi penyemangat bagi peserta lain untuk segera mempraktekan hasil pelatihannya.

Terima kasih BPDP, terima kasih Ditjenbun, terima kasih BPI sudah memberi kami kesempatan untuk mengikut pelatihan pembuatan dan aplikasi pupuk organik ini. Semoga kedepan, lebih banyak lagi peserta yang bisa ikut pelatihan ini.

Buat pupuk organik....
Coba saja dulu...

Artikel Terkait