• Kamis, 8 Oktober 2026
Berita Terbaru

Papua Nugini Negara Anggota Keempat Yang Bergabung CPOPC

Jakarta, SAWIT INDONESIA – Dewan Negara Produsen Minyak Kelapa Sawit (Council of Palm Oil Producing Countries/CPOPC) menyambut bergabungnya Papua Nugini sebagai Negara Anggota ke-4 dalam seremoni yang berlangsung di kantor CPOPC Jakarta, Indonesia. Penyerahan instrumen aksesi ini menandai selesainya proses aplikasi formal yang diajukan oleh Papua Nugini sejak 27 Oktober 2020.

Gregory Hombuahin, Minister Counsellor Kedutaan Besar Papua Nugini di Jakarta sebagai perwakilan pemerintahan Papua Nugini dan Kepson Pupita, Sekretaris Jenderal Perusahaan Industri Kelapa Sawit PNG menyerahkan dokumen aksesi tersebut kepada Sekretaris Jenderal CPOPC, yang menegaskan komitmen mereka terhadap praktik-praktik kelapa sawit yang berkelanjutan dan kemajuan industri secara kolektif.

“Papua Nugini bangga dapat bergabung dengan CPOPC, sebuah organisasi yang mewujudkan nilai-nilai keberlanjutan dan pertumbuhan yang berpusat pada masyarakat. Kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan anggota lain untuk membangun masa depan yang lebih cerah bagi industri kelapa sawit,” ujar Gregory Hombuahin dalam acara tersebut.

Sekretaris Jenderal CPOPC, Dr. Rizal Affandi Lukman, menyambut baik keanggotaan PNG. “Aksesi hari ini adalah bukti dari visi pemersatu CPOPC. Pengalaman Papua Nugini yang kaya dalam budidaya kelapa sawit dan komitmennya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi akan semakin meningkatkan tujuan kita bersama. Bersama-sama, kita dapat memperkuat suara kolektif kita di panggung global, mempromosikan pembangunan yang adil dan berkelanjutan di sektor kelapa sawit.”

Dida Gardera, Staf Ahli Bidang Konektivitas dan Sektor Jasa Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Republik Indonesia, menyuarakan semangat ini, dengan menyatakan, “Keikutsertaan Papua Nugini dalam CPOPC memperkuat solidaritas regional. Sebagai negara tetangga, Indonesia dan Papua Nugini memiliki sejarah kemitraan yang panjang, dan keanggotaan ini membuka jalan untuk kolaborasi yang lebih dalam dalam praktik-praktik berkelanjutan dan ketahanan pasar.”

Sekretaris Jenderal Kementerian Perkebunan dan Komoditas Malaysia, Dato' Yusran Shah bin Mohd Yusof, yang diwakili oleh Puan Nurul Marha Mohamed, Wakil Sekretaris Divisi Pengembangan Industri Kelapa Sawit dan Sagu, menyoroti implikasi yang lebih luas dari pencapaian ini. “Aksesi Papua Nugini ke CPOPC merupakan bukti dedikasi negara ini untuk memajukan industri kelapa sawit melalui praktek-praktek berkelanjutan dan upaya-upaya kolaboratif. Ratifikasi Piagam CPOPC oleh Parlemen Papua Nugini dan penerbitan Instrumen Aksesi menandakan komitmen yang kuat terhadap visi dan tujuan bersama kami.”

Wakil Menteri Pertanian dari Kementerian Pertanian dan Peternakan Honduras, Lid Roy Lazo Rodriguez, mengatakan, “CPOPC merupakan mercusuar kerja sama di antara negara-negara penghasil kelapa sawit. Bergabungnya Papua Nugini memperkaya dialog dan strategi kami untuk memajukan industri kelapa sawit secara global yang akan memperkuat perdagangan lebih adil dan berkelanjutan.”

Artikel Terkait