Pameran Sawit Indonesia Expo dan Conference (SIEXPO) 2025 sukses diselenggarakan di Pekanbaru, Provinsi Riau selama tiga hari (7-9 Agustus), dengan semangat baru mengusung tema “Inovasi dan Teknologi Produk Sawit Bernilai Tambah untuk Indonesia Emas 2045.” Acara yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) ini dirangkaikan dengan Pekan UKMK Sawit Nusantara dan menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-68 Provinsi Riau.
Ketua Pelaksana SIEXPO 2025, Qayuum Amri, menyampaikan bahwa SIEXPO tahun ini mencerminkan komitmen kuat dalam mendukung program prioritas pemerintah, khususnya Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tinggi dan meratakan kesejahteraan hingga ke daerah.
“Kami ingin SIEXPO menjadi ruang inklusif. Stand pameran tidak di pungut biaya untuk pelaku UMKM, koperasi, lembaga pendidikan, pesantren, dan perguruan tinggi. Ini bentuk nyata ikhtiar kami untuk membesarkan yang kecil, memperkuat yang menengah, dan mempertahankan yang besar,” ujar Qayuum dalam sambutannya di hadapan para tamu undangan di Pekanbaru Convention and Exhibition (Ska-Coex), Riau, Kamis (7 Agustus 2025).
Acara dihadiri Gubernur Riau yang diwakili Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau Dr. Syahrial Abdi, AP, M.Si, Ketua DPRD Provinsi Riau Kaderismanto, Ketua Komisi II H. Adam Syafaat, MA, dan Bupati Rokan Hilir H. Bistaman.
Tahun ini, jumlah peserta pameran meningkat signifikan dengan 166 exhibitor dari 110 perusahaan, termasuk peserta dari Malaysia, Singapura, Tiongkok, dan Eropa. Sementara itu, pelaku UMKM yang terlibat naik menjadi 20 peserta. Di hari pertama pelaksanaan, tidak kurang dari 2.500 pengunjung dari berbagai latar belakang hadir, dengan target kunjungan hingga 10.000 orang selama tiga hari penyelenggaraan.
Dalam sambutan Menteri Koperasi dan UKM RI, Maman Abdurachman, yang diwakili oleh Deputi Bidang Usaha Menengah KemenUMKM, Bagus Rahman, menyampaikan bahwa SIEXPO merupakan momentum strategis untuk memperkuat hilirisasi sawit yang melibatkan petani dan pelaku UMKM.
“Sejak 2022 saya sudah terlibat di acara ini, dan tahun ini jadi momentum penting bagi kami. Presiden ingin koperasi dan UKM lebih fokus, dan ini adalah bentuk nyata sinergi dari hulu ke hilir. UMKM jangan hanya disebut pelaku, tapi ‘pengusaha’, karena mereka punya kemampuan entrepreneurship yang sama,” ujar Bagus.
Menurutnya, sektor pertanian dan perkebunan, termasuk kelapa sawit, menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, yakni mencapai 40,7 juta orang. Oleh karena itu, Kementerian UKM yang baru berdiri selama 10 bulan ini sangat serius mendukung acara seperti SIEXPO. Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan produktivitas sawit dan penguatan nilai tambah melalui ekspor produk hilir.
“Luas kebun kita besar, tapi produktivitas masih bisa ditingkatkan. Nilai tambah produk hilir jauh lebih tinggi dibanding ekspor mentah. Kementerian juga ditugaskan mengawasi ekspor, jadi kami punya peran besar dalam memastikan hilirisasi berjalan optimal,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu juga, Gubernur Riau yang diwakili Kepala Dinas Perkebunan Riau Dr. Syahrial Abdi, menyebutkan bahwa sektor sawit menjadi motor utama ekonomi daerah. Provinsi Riau tercatat memiliki perkebunan kelapa sawit terluas di Indonesia, dengan total luas mencapai ±3,4 juta hektare, dan menyumbang sekitar 20% produksi CPO nasional. Kontribusi sektor pertanian dan perkebunan kelapa sawit terhadap PDRB Riau mencapai 27,84%, hanya selisih sedikit dari sektor industri pengolahan yang sebesar 29,29%.
“Dengan potensi yang ada, kita semua harus optimis bahwa target produksi CPO nasional sebesar 100 juta ton per tahun untuk mendukung Indonesia Emas 2045 bukan sekadar angan,” tegas Syahrial.
Sementara itu, Ketua Umum APKASINDO dan Dewan Pengarah SIEXPO 2025, Dr. Gulat Manurung, menyoroti pentingnya kolaborasi di tengah tantangan industri sawit global.
“Di saat dunia sawit menghadapi tantangan, kita tetap eksis. Dunia menikmati sawit, dan ‘Sawit adalah kita’. SIEXPO adalah semangat baru bagi seluruh stakeholder,” ungkap Gulat.
Gulat juga menyampaikan apresiasinya terhadap kehadiran Bupati Rokan Hilir H. Bistamam, yang dianggap sebagai teladan petani sawit nasional, serta peran penting Bursa CPO Indonesia (ICDX) yang telah membantu mengangkat harga TBS petani.
Menariknya, SIEXPO 2025 menjadi pameran hybrid pertama dalam sejarah penyelenggaraannya, dengan kombinasi offline dan online demi menjangkau audiens yang lebih luas. Panitia juga memutuskan untuk kembali memberikan akses gratis bagi UMKM dan kampus, meskiharga stand pameran bernilai puluhan juta rupiah.
“Inilah cara kita merangkul, bukan memisahkan. Kami harap kedepan lebih banyak kampus di Riau yang bermitra dengan BPDP melalui program penguatan SDM sawit,” ujar Gulat.
Adapun gelaran SIEXPO 2025 yang berlangsung tiga hari hingga Sabtu (09/08/2025) tersebut dihadiri belasan ribu petani sawit, pelaku usaha perkebunan, serta masyarakat umum.
Pengunjung dapat melihat dari dekat perkembangan teknologi di industri sawit. Lebih dari 160 perusahaan termasuk pelaku UMK sawit memamerkan inovasi dan teknologi terkini mereka. Selain pameran, juga akan berlangsung Pekan UKMK Sawit Nusantara yang menampilkan potensi UMKM dari berbagai daerah. Agenda pameran sawit 2025 ini menjadi panggung utama bagi berbagai produk unggulan. Mulai dari benih sawit, pupuk, agrokimia, bio solusi, hingga truk dan alat berat dari perusahaan ternama nasional dan internasional dipamerkan para eksibitor. Sejumlah perusahaan yang ikut serta dalam SIEXPO 2025 pun berhasil mencetak transaksi miliaran rupiah dari acara ini.














