• Selasa, 27 Oktober 2026
Berita Terbaru

Pangkas Biaya Pakan Hingga 40 Persen, BPDP dan FEB Unair Dorong Pemanfaatan Limbah Sawit untuk Peternak

MALANG, SAWIT INDONESIA - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) berkolaborasi dengan Laboratorium Pengembangan Ekonomi Pembangunan (LPEP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB Unair) menyelenggarakan Workshop dan Aksi Nyata bertema “Peningkatan Nilai Tambah Limbah Kelapa Sawit melalui Inovasi Pakan Ternak Berbasis Ekonomi Sirkular”.

Kegiatan yang berlangsung pada 20–22 Oktober 2026 di Gedung GKSI Jawa Timur, Kabupaten Malang ini bertujuan memperkenalkan potensi limbah sawit sebagai bahan baku pakan alternatif yang efisien bagi peternak serta pelaku UMKM peternakan di wilayah Malang Raya.

Ketua LPEP FEB Unair, Prof. Dyah Wulan Sari, mengungkapkan bahwa dengan produksi Crude Palm Oil (CPO) nasional yang mencapai 47,24 juta ton pada 2025, kelimpahan produk sampingan seperti solid sawit, bungkil inti sawit (BIS), dan pelepah menjadi jawaban atas mahalnya biaya pakan ternak yang selama ini menyedot 60–70 persen dari total biaya produksi.

"Dua kondisi ini bisa dipertemukan lewat ekonomi sirkular, yakni limbah dari satu sektor menjadi bahan baku bagi sektor lain," ujar Prof. Dyah.

Poin-poin utama inovasi pakan berbasis riset, studi kasus penghematan biaya, dukungan swasembada susu, hingga pendampingan bisnis meliputi:

Edukasi Kebaikan Sawit & Hasil Grant Riset:

  • Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menegaskan bahwa sawit memiliki manfaat luas di luar minyak goreng.

  • Salah satu inovasi dari Grant Riset Sawit menunjukkan pemanfaatan Palm Fatty Acid Distillate (PFAD) menjadi lemak kalsium pakan sapi perah terbukti ampuh meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi susu.

  • Mendukung Target Swasembada Susu Nasional: Dekan FEB Unair, Prof. Dr. Rudi Purwono, menilai diversifikasi pakan berbasis limbah sawit menjadi solusi krusial untuk menekan ketergantungan pada pakan pabrikan, meningkatkan kesejahteraan peternak, serta mendongkrak produksi susu nasional.

Kisah Sukses Peternak (Studi Kasus):

  • Maulana Akbar, peternak kambing asal Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, membagikan pengalamannya mengolah solid sawit terfermentasi yang dicampur konsentrat dan hijauan.

  • Penggunaan formula ini sukses menekan biaya pakan sebesar 30–40 persen dibandingkan ampas tahu, serta menaikkan bobot kambing 3–4 kg dalam kurun waktu 30 hari.

Pelatihan Teknis dan Fasilitasi Legalitas Bisnis:

  • Peserta mendapatkan pelatihan formulasi pakan, teknologi fermentasi, serta pengolahan pelepah dan bungkil sawit.

  • BPDP dan Unair turut menyediakan fasilitas pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui OSS-RBA, pemaparan Kredit Usaha Rakyat (KUR), hingga business matching bersama perbankan Himbara untuk kepastian permodalan usaha.

Melalui sinergi riset agrikultur dan pendampingan lapangan ini, BPDP dan Unair optimistis pemanfaatan produk sampingan industri sawit mampu memperkuat kemandirian sektor peternakan nasional secara berkelanjutan.

Sumber: bpdp.or.id

Artikel Terkait