Yogyakarta, SAWIT INDONESIA – INSTIPER Yogyakarta tahun ini kembali mendapat kepercayaan sebagai penyelenggara pendidikan pada skema Beasiswa SDM Sawit, bagian dari program pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit (SDM PKS), BPDP.
Informasi itu, tertuang dalam surat resmi yang diumumkan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) melalui website https://www.bpdp.or.id/pengumuman-lolos-seleksi-lembaga-penyelenggara-program-pendidikan-pengembangan-sdm-perkebunan-kelapa-sawit-2025. Dalam surat tersebut, INSTIPER Yogyakarta salah satu perguruan tinggi dari 41 perguruan tinggi yang di tahun ini akan menyelenggarakan pendidikan Beasiswa SDM Sawit, bagian dari program Pengembangan SDM PKS 2025.
Di tahun ini, ada 4 program studi di INSTIPER Yogyakarta yang akan menerima mahasiswa yaitu Program Studi Agroteknologi dan Agribisnis (Fakultas Pertanian), serta Program Studi Teknologi Hasil Pertanian dan Teknik Pertanian (Fakultas Teknologi Pertanian).
Sebagai informasi, di tahun ini INSTIPER Yogyakarta merupakan tahun ke-empat terpilih oleh BPDP sebagai penyelenggara pendidikan Beasiswa SDM Sawit melalui proses seleksi.INSTIPER Yogyakarta mendapatkan total kuota sebanyak 150 orang. Prodi Agroteknologi sebanyak 60 orang, prodi Agribisnis 30 orang, prodi Teknologi Hasil Pertanian 30 orang, dan prodi Teknik Pertanian 30 orang. BPDP memberikan kuota sebanyak 4.000 penerima beasiswa yang akan diterima di 41 perguruan tinggi.
Wakil Rektor IV INSTIPER bidang Kerjasama, Fariha Wilisiani, Ph.D, menyampaikan dari keseluruhan perguruan tinggi penyelenggara beasiswa SDM PKS, INSTIPER Yogyakarta merupakan lembaga pendidikan yang paling diminati oleh pendaftar pada tahun lalu.
“Antusiasme calon penerima beasiswa SDM sawit untuk mendaftar di kampus INSTIPER sangat tinggi. Jumlah pendaftar Prodi Agibisnis INSTIPER sebanyak 3.495 orang, pada Program Studi Agroteknologi sebanyak 2.400 orang, pada Prodi Teknik Pertanian sebanyak 969 orang, dan pada Prodi Teknologi Hasil Pertanian sebanyak 883 orang,”ujarnya, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksisawitindonesia.com.
Lebihlanjut, Fariha Wilisiani, Ph.D menambahkan, mahasiswa penerima beasiswa SDM PKS yang kuliah di INSTIPER tidak hanya akan dibekali pengetahuan teori di perkuliahan maupun praktikum yang merupakan kegiatan intrakurikuler, namun mahasiswa juga diwajibkan aktif dikegiatan ekstrakurikuler mahasiswa.
“Selain itu untuk membekali soft-skill yang akan mendukung di dunia kerja mahasiswa juga akan mengikuti kegiatan co-kurikuler yang telah disusun dengan baik di INSTIPER Academy seperti INSTIPER Drone Academy, INSTIPER Multimedia Academy, dll. INSTIPER juga memberikan wadah bagi mahasiswa beasiswa untuk mengembangkan diri melalui kegiatan kompetisi di tingkat lokal maupun nasional dan mengikuti kegiatan Pekan Kreativitas Mahasiswa. Yang tidak kalah membanggakan, beberapa orang mahasiswa beasiswa SDM PKS telah memenangkan beberapa kompetisi di tingkat nasional,” lanjutnya.
Terpilihnya kembali INSTIPER Yogyakarta sebagai penyelenggara pendidikan SDM PKS mendapat tanggapan dari Rino Afrino selaku Sekretaris Jenderal APKASINDO (Asosisasi Petani Kelapa Sawit Indonesia). Pihaknya apresiasi keterlibatan dan terpilihnya kembali INSTIPER Yogyakarta yang secara konsisten menyiapkan SDM kelapa sawit bahkan sejak tahun 2005.
“Selamat kepada INSTIPER Yogyakarta yang terus dipercaya untuk mendidik mahasiswa beasiswa SDM PKS dari BPDP. INSTIPER merupakan perguruan tinggi yang kualitasnya tidak perlu diragukan lagi,” katanya.














