• Sabtu, 19 September 2026
Berita Terbaru

 PalmCo  Berhasil Membukukan ROA Sebesar 7,9 Persen

Jakarta, SAWIT INDONESIA - PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo mencatatkan performa keuangan yang semakin kuat. Subholding PTPN III (Persero) ini berhasil membukukan Return on Asset (ROA) unaudited sebesar 7,9 persen pada tahun buku 2025. Hasil tersebut tidak hanya melampaui target internal, tetapi juga menandakan adanya penguatan mendasar dalam pengelolaan aset perusahaan selama tiga tahun terakhir.

Jika dibandingkan dengan capaian tahun 2024 yang berada di angka 5,3 persen, ROA PalmCo mengalami pertumbuhan sekitar 49 persen secara tahunan. Peningkatan ini sebenarnya sudah mulai terlihat sejak 2023, ketika ROA perusahaan masih berada di level 3,88 persen.

Dengan kata lain, dalam rentang tiga tahun, kemampuan aset PalmCo dalam menghasilkan laba telah meningkat lebih dari dua kali lipat. Capaian 7,9 persen tersebut juga jauh melampaui target awal perusahaan yang ditetapkan sebesar 4,9 persen. Artinya, realisasi ROA PalmCo pada 2025 mencapai sekitar 161 persen dari proyeksi manajemen yang ditetapkan di awal tahun.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyampaikan bahwa pencapaian ini tidak semata-mata dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas sawit. Menurutnya, hasil tersebut merupakan buah dari pembenahan struktural yang dijalankan secara konsisten.

“Kenaikan ROA dari 3,88 persen pada 2023 menjadi 7,90 persen di 2025 menunjukkan adanya perbaikan fundamental yang berkelanjutan.

Strategi peremajaan tanaman dan ketepatan investasi, digitalisasi operasional, serta efisiensi biaya mulai berdampak langsung pada kualitas dan produktivitas aset,” ujar Jatmiko di Jakarta, Sabtu (31/1/2026). Penguatan kinerja PalmCo ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong peningkatan efisiensi dan produktivitas aset BUMN.

Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai kesempatan menekankan bahwa BUMN tidak cukup hanya besar dari sisi kepemilikan aset, tetapi juga harus mampu menghasilkan laba yang sepadan dengan standar korporasi global. Dalam konteks tersebut, ROA menjadi salah satu indikator utama untuk menilai kinerja perusahaan. Dengan raihan ROA sebesar 7,9 persen, PalmCo dinilai semakin mendekati target jangka panjang perusahaan pada 2029, yakni ROA sebesar 10 persen.

“Kami memahami mandat pemerintah agar setiap aset negara memberi nilai tambah ekonomi. Posisi saat ini memberi keyakinan bahwa target ROA 10 persen bukan hal yang mustahil, bahkan berpeluang dicapai lebih cepat dari peta jalan yang ditetapkan,” kata Jatmiko.

Selain ROA, indikator efisiensi modal PalmCo juga memperlihatkan perkembangan yang positif. Pada 2025, Return on Invested Capital (ROIC) perusahaan tercatat mencapai 17,10 persen. Angka ini naik sekitar 34 persen dibandingkan 2024 yang berada di level 12,73 persen, serta jauh lebih tinggi dibandingkan capaian 2023 sebesar 8,17 persen. Realisasi ROIC tersebut juga melampaui target awal perusahaan yang ditetapkan sebesar 12,22 persen.

Di tengah karakter industri perkebunan yang padat modal, ROIC di atas 17 persen mencerminkan efektivitas alokasi belanja modal sekaligus keberhasilan perusahaan dalam menekan biaya modal. Jatmiko menegaskan bahwa manajemen terus memastikan setiap investasi diarahkan ke sektor dengan tingkat imbal hasil tinggi, seperti intensifikasi lahan dan penguatan sektor hilir.

“ROIC yang baik menunjukkan bahwa pertumbuhan PalmCo dijalankan dengan disiplin. Ekspansi dilakukan secara terukur, dengan kualitas belanja modal yang akuntabel,” ujarnya.

Ke depan, PalmCo berkomitmen menjaga fokus pada peningkatan produktivitas di tingkat kebun serta mendorong pengembangan hilirisasi guna meredam dampak volatilitas harga komoditas global. Konsistensi dalam efisiensi operasional dan pengelolaan aset diyakini menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan kinerja perusahaan.

Sumber: kabarbumn.com

Artikel Terkait