• Kamis, 8 Oktober 2026
Berita Terbaru

PalmCo Akan Diminta Buka Kebun Sawit 500 Ribu Ha

Medan, SAWIT INDONESIA — PalmCo, sub Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) akan ditugaskan untuk membuka perkebunan sawit baru seluas 500 ribu hektare. Perluasan kebun sawit ini merupakan bagian dari upaya percepatan hilirisasi industri sawit nasional bergulir.

“Dalam rangka hilirisasi, pembukaan kebun sawit baru akan dilakukan PalmCo. Targetnya sekitar 500 ribu hektare terdiri dari 200 ribu untuk intinya dan 300 ribu plasmanya di daerah Riau, Kalimantan, Papua, mungkin juga Sumatera Utara,” ujar Direktur Tanaman Palma Kementan, Baginda Siagian usai Pembukaan IPOS Forum 2025 di Medan, Sumatera Utara, Kamis (30 Oktober 2025).

Menurutnya, pembukaan lahan baru ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan produksi minyak sawit mentah (CPO) agar mampu memenuhi kebutuhan industri hilir yang kian meningkat.

“Ini pembukaan lahan baru untuk menambah produksi. Karena kebutuhan kita banyak, posisi sekarang butuh produksi lebih besar. Salah satunya melalui perluasan lahan,” jelasnya.

Ketika dikonfirmasi redaksi, Dirut PalmCo, Jatmiko Santosa menyatakan belum mengetahui rencana penambahan lahan sawit baru melalui PalmCo.

“Belum ada penugasan (penambahan lahan sawit),” ujar Jatmiko melalui layanan pesan WhatsApp.

Baginda menegaskan, proyek tersebut akan dilaksanakan secara bertahap mulai tahun ini, dan difokuskan untuk memperkuat rantai pasok bahan baku bagi sektor hilir seperti minyak goreng, oleopangan, oleochemical, hingga biodiesel.

“Untuk hilirisasi—baik minyak goreng, oleopangan, oleochemical, maupun biodiesel—ini harus kita siapkan. Tahun ini sudah mulai, meski bertahap, tidak sekaligus,” katanya.

Saat ini, luas perkebunan sawit PalmCo mencapai 586.843 ha. Pada 2024, laba bersih yang dicapai PalmCo mencapai Rp3,7 triliun yang lebih tinggi 149% dari tahun sebelumnya. PalmCo mencatat produktivitas tandan buah segar (TBS) tercatat 18,77 ton per hektare, sementara crude palm oil (CPO) mencapai 4,34 ton per hektare.

Secara total, produksi TBS baik dari kebun inti maupun plasma, mencapai 11,67 juta ton, menghasilkan 2,56 juta ton CPO. Rendemen inti CPO tercatat 23,10% untuk kebun inti dan 18,46% untuk plasma. Sedangkan rendemen palm kernel (PK) masing-masing mencapai 3,90% (inti) dan 4,41% (plasma).

Sepanjang 2024, PalmCo menjual 2,54 juta ton CPO, dengan nilai penjualan Rp32,75 triliun atau naik 129% secara tahunan. Lonjakan ini ditopang kenaikan harga jual rata-rata CPO menjadi Rp12.882 per kilogram.

Artikel Terkait