Jakarta, SAWIT INDONESIA - Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil / CPO) melanjutkan tren positifnya untuk hari kedua berturut-turut pada perdagangan Senin (7/9/2026). Penguatan ini ditopang oleh kenaikan harga komoditas substitusi di bursa global serta bayang-bayang konflik geopolitik di Timur Tengah.
Berdasarkan data pasar hingga pukul 15.48 WIB, kontrak acuan CPO untuk pengiriman November di Bursa Malaysia Derivatives Exchange tercatat melonjak 1,16 persen menjadi 4.986 ringgit per metrik ton.
"Penguatan palm olein di Dalian memberikan dukungan terhadap harga CPO, sehingga pasar tetap berada di zona positif hingga perdagangan siang," ujar seorang trader senior yang berbasis di Kuala Lumpur, sebagaimana dikutip dari Reuters.
Dinamika positif turut terlihat di bursa komoditas Dalian, di mana kontrak minyak kedelai paling aktif naik 0,22 persen dan kontrak palm oil menguat 1,06 persen. Sementara itu, aktivitas perdagangan di Chicago Board of Trade (CBOT) terpantau libur nasional. Pergerakan harga CPO sendiri kerap dibayangi oleh fluktuasi minyak nabati pesaing karena ketatnya persaingan memperebutkan pangsa pasar global.
Konflik Selat Hormuz Dorong Daya Saing Biodiesel
Sentimen penguatan CPO semakin mendapat angin segar dari lonjakan harga minyak mentah dunia. Pasar energi global diguncang oleh kekhawatiran gangguan pasokan jangka panjang menyusul eskalasi konflik berupa aksi saling serang antara Amerika Serikat dan Iran yang menyasar kapal-kapal niaga di Selat Hormuz dan sekitarnya.
Kenaikan harga minyak mentah secara langsung mendongkrak daya tarik CPO sebagai bahan baku alternatif utama untuk industri biodiesel. Ketika harga energi fosil melambung, kelayakan ekonomi minyak sawit untuk sektor energi menjadi jauh lebih kompetitif.
Dari sisi nilai tukar, mata uang ringgit Malaysia yang menjadi instrumen transaksi CPO melemah tipis 0,15 persen terhadap dolar AS. Depresiasi ringgit ini turut memberikan sentimen positif tambahan karena membuat harga komoditas sawit menjadi sedikit lebih murah bagi para pembeli internasional yang bertransaksi menggunakan mata uang asing.
Sumber: idxchannel.com














