• Minggu, 20 September 2026
Berita Terbaru

Musim Mas Perhatikan Peran Penting Perempuan di Sektor Sawit

Jakarta, SAWIT INDONESIA – Peran penting di sektor Perkebunan kelapa sawit menjadi perhatian Musim Mas Group. Terutama perhatian pada para petani Perempuan dan pasangan (istri) petani kelapa sawit. Perhatian tersebut diwujudkan melalui Women Smallholders Program (WSP).

WSP merupakan program pemberdayaan bagi petani perempuan dan istri petani kelapa sawit binaan Musim Mas di provinsi Riau. Implementasi program perdana yang dilaksanakan pada Mei - Oktober 2023 di tiga kabupaten di Riau yaitu Rokan Hulu, Rokan Hilir dan Pelalawan.

WSP masuk pada salah satupilar Kebijakan Keberlanjutan Musim Mas dalam meningkatkan taraf hidup Petani, Pekerja, dan Masyarakat. Kesejahteraan petani swadaya kelapa sawit merupakan salah satu fokusnya. Sejak tahun 2015, perusahaan ini telah menginisiasi program pemberdayaan petani swadaya dengan melatih para petani swadaya kelapa sawit untuk praktik-praktik perkebunan yang baik. Program ini menjadi program petani swadaya terbesar di Indonesia dengan melibatkan 42.900 petani di 6 provinsi di Indonesia.

Women Smallholders Program – Project Leader, Musim Mas,Linda Wati, menyampaikan komitmen kami untuk terus mengembangkan program pemberdayaan petani swadaya. “Kami memandang bahwa perempuan memiliki peranan penting bagi keluarga dan keberlanjutan industri kelapa sawit. Karena itu, Women Smallholders Program dihadirkan untuk memberdayakan petani perempuan dan istri petani melalui berbagai pelatihan yang menekankan aspek sosial-ekonomi agar dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki, sehingga mereka mendapatkan kesempatan untuk berkontribusi lebih di dalam keluarga,” ujarnya, pada Selasa (12 Desember 2023), di Jakarta.

“Dari survey terhadap calon peserta yang kami lakukan sebelum program ini dimulai, modul pelatihan yang akan dijalankan terkait dengan nutrisi dan kesehatan keluarga, literasi keuangan, dan peluang bisnis rumahan,” imbuh Linda.

WSP dimulai dengan pelatihan nutrisi dan kesehatan keluarga. Dalam pelaksanaannya Musim Mas berkolaborasi dengan dua akademisi dari Universitas Sumatera Utara (USU), yaitu Dr. Fotarisman Zaluchu, S.K.M, M.P.H dan Dr. Putri C. Eyanoer, MS.Epi, Ph.D, untuk melaksanakan program pelatihan dengan materi yang dituangkan dalam tiga modul: ‘Generasi Sehat, Keluarga Sehat’ yang berisi nutrisi keluarga; ‘Emas Dari Dalam Kandungan’ mengenai gizi balita dan pola asuh; dan, ‘Sehat Diri, Sehat Sekitar’ yang menjelaskan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat.

Pelatihan perdana ini diikuti oleh 500 perempuan dari tiga kabupaten: Rokan Hilir, Rokan Hulu, dan Pelalawan. Melalui tiga kali tatap muka, dengan materi yang berbeda, pelatihan menggunakan pendekatan participatory, reflective, dan interactive, mengombinasikan modul dengan games, diskusi, dan aktivitas peserta.

Musim Mas optimis bahwa program ini bisa terus dikembangkan dan diterapkan di daerah-daerah lainnya, mengingat program ini berkontribusi langsung dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di Indonesia, khususnya Tanpa Kelaparan (nomor 2), Kesetaraan Gender (nomor 5), serta Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (nomor 8).

Perluasan program juga dapat dilakukan dengan memberdayakan para petani Perempuan atau istri petani yang sudah mendapatkan pelatihan untuk berbagi dengan anggota keluarga atau komunitasnya.

“Setelah pelatihan nutrisi dan kesehatan keluarga, selanjutnya kami akan merancang pelatihan terkait literasi keuangan dan peluang bisnis rumahan. Karena itu, Musim Mas menyambut baik seluruh stakeholders yang ingin berkolaborasi, untuk meningkatkan kehidupan keluarga petani swadaya di Indonesia,” pungkas Linda.

Dinilai berhasil, dan akan diteruskan untuk diterapkan di wilayah lain tahun depan. Musim Mas juga membuka peluang kolaborasi bagi stakeholders yang ingin menjalankan program ini.

Artikel Terkait