• Sabtu, 19 September 2026
Berita Terbaru

MPA Wanasari Menjaga Hutan Tetap Lestari

Langit biru memayungi Desa Kedisan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Beberapa gumpalan awan memberi rona putih memperindah lukisan alam. Gunung Batur berdiri kokoh menjaga desa agar tetap damai untuk ditinggali. Semilir angin menerpa wajah seorang pria paruh baya berkarisma, mengoyangkan udeng hitam yang ia kenakan di kepala. Beliau adalah I Nengah Broto, seorang Sekretaris Desa Kadisan. “Om Swastiastu,“ Broto menyapa. “Di Desa Kedisan terdapat dua puluh orang anggota Masyarakat Peduli Api, ” terangnya membuka percakapan. Desa Kedisan berbatasan langsung dengan kawasan konservasi Taman Wisata Alam (TWA) Panelokan yang masuk ke dalam wilayah Seksi Konservasi Wilayah II Balai KSDA Bali. “MPA aktif membantu jika terjadi karhutla di wilayah penyangga terdekat TWA,” jelas Broto dengan logat Bali yang khas. Keberadaan kelompok masyarakat yang dikenal sebagai MPA Wanasari ini selain untuk membantu upaya pencegahan dan pemadaman jika terjadi kebakaran, juga dilibatkan untuk kegiatan lainnya seperti penanaman pohon penyangga di kawasan hutan. Mayoritas masyarakat Desa Kedisan memiliki mata pencaharian berkebun. Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Kedisan, Balai Pengelolaan DAS Unda Anyar memberikan bantuan sebanyak tujuh kolam lele boflok yang masing masing kolam diisi sebanyak seribu ekor lele, serta pemberian bantuan pembibitan seperti cabe, palawija dan buah-buahan. Broto mengatakan bahwa terjadinya kebakaran hutan terakhir kali adalah 10 tahun lalu yang diakibatkan oleh ulah manusia itu sendiri seperti membuka lahan dengan cara membakar. “Seiring berjalannya waktu, tingkat kesadaran masyarakat desa semakin tinggi, kami semakin peduli terhadap lingkungan,” tutur Broto. “Sekarang kebakaran hutan sangat kecil sekali terjadi kembali di desa kami,“ pungkas Broto. Sumber: sipongi.menlkh.go.id

Artikel Terkait