JAKARTA, SAWIT INDONESIA - Humas BRIN. Riset kita ini yang penting harus bisa merespons permasalahan yang ada di masyarakat, bisa industri maupun masyarakat pada umumnya. Tentunya sudah mengarah ke sana, walaupun dalam implementasinya perlu upaya-upaya lebih lanjut. Riset kita juga banyak merujuk kepada hasil-hasil riset atau implementasi riset yang dilakukan oleh pihak lain, terutama di luar negeri. Hal tersebut disampaikan oleh Sasa Sofyan Munawar selaku Kepala Pusat Riset Lingkungan dan Teknologi Bersih (PRLTB) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada webinar EnviroTalks edisi ke-10 yang digelar Jumat (14/07).
"Kami ingin mencoba untuk mencari lebih jauh apakah metodologi atau hasil riset ini pernah atau sedang dikembangkan, dan diimplementasikan di negara lain. Jadi kita bisa bercermin apa yang telah dilakukan mereka. Sekalipun secara spesifik untuk Indonesia bisa jadi berbeda dengan di negara yang memiliki iklim berbeda," katanya.
Webinar ini bertujuan untuk mengungkap upaya riset dalam memanfaatkan teknologi nanomaterial dalam memitigasi pengaruh stress logam berat dan salinitas pada tanaman pertanian. Riset tersebut dilakukan oleh Peneliti Madya PRLTB BRIN Leonard Fitri Wijaya.
Dia menjelaskan, penggunaan NP TiOS (nanopartikel titanium dioksida) melalui aplikasi daun dapat meningkatkan hasil gabah gandum. Selain itu, dapat meningkatkan tinggi tanaman, panjang paku, kandungan klorofil, dan sebagainya.
"Kemudian, dapat meningkatkan antioksi dan enzimnya, sehingga mengurangi stress pada tanaman. Titanium dioksida dioksida juga dapat mengurangi konsentrasi kadmium di dalam biji gandum tersebut, dan mengurangi penyerapan kadmium oleh tanaman," jelasnya.
Dia menambahkan, pada studi yang akan datang, kita harus memantau kadar titanium pada bagian tanaman yang dapat dimakan. Hal ini untuk menilai potensi risiko sebelum membuat rekomendasi untuk penggunaan secara luas.
Untuk penelitian pada tanaman tomat, menurutnya, dengan perlakuan Zinc Nanopartikel (ZnO NP) dapat meningkatkan pertumbuhan pada tanaman tomat. Selanjutnya, dapat meningkatkan pertumbuhan, meningkatkan pigmen sintesis, dan membantu mengatur osmoregulasi, daripada tanaman terhadap garam.
"Zinc Nanopartikel membantu memitigasi salt stress dengan menggunakan modulatif dari berbagai macam jalur. Studi lebih lanjut kita perlu mengetahui efek dari Zinc Nanopartikel terhadap tanaman lain pada tipe tanah yang berbeda," pungkas dia.
Sumber: brin.go.id














