• Jumat, 2 Oktober 2026
Berita Terbaru

Mitigasi Karhutla Kalimantan Selatan: Kolaborasi Lintas Sektor Jangkau 1.300 Warga Kintap Melalui Layanan Kesehatan dan Bantuan Peralatan

Tanah Laut, SAWIT INDONESIA - Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya mengganggu jarak pandang dan ruang gerak aktivitas masyarakat, tetapi juga memicu risiko kesehatan serius akibat paparan asap. Merespons kondisi tersebut, kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha, TNI/Polri, dan relawan kemanusiaan menjangkau sekitar 1.300 warga di Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, melalui pengobatan gratis serta penguatan kesiapsiagaan karhutla.

Sinergi ini diinisiasi oleh PT SMART Tbk bersama Tzu Chi Sinar Mas, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, GAPKI Kalsel, serta enam perusahaan lain di sektor perkebunan, pertambangan, dan kehutanan.

Bupati Tanah Laut, Rahmat Trianto, mengapresiasi keterlibatan aktif dunia usaha dalam menangani dampak kabut asap dan potensi kebakaran lahan di wilayahnya.

“Kebakaran hutan dan lahan berdampak terhadap kesehatan masyarakat, khususnya akibat asap yang ditimbulkan. Apa pun kontribusi yang kita lakukan untuk kepentingan masyarakat di sekitar kita tentu sangat berarti. Semakin besar kolaborasi yang dilakukan, semakin dekat pula kita dengan masyarakat,” ujar Rahmat.

Poin-poin utama aksi tanggap darurat, bantuan teknis, dan strategi mitigasi di Kecamatan Kintap meliputi:

  • Layanan Kesehatan & Logistik: Sebanyak 21 dokter dan tenaga medis dikerahkan untuk melayani pemeriksaan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), konsultasi medis, serta pembagian obat dan vitamin. Masyarakat juga menerima 1.300 masker standar N95 dan 1.300 paket sembako.

  • Penguatan Sarana Pemadam Karhutla: Guna memperkuat respons cepat di tingkat tapak, disalurkan bantuan berupa 4 unit mesin pompa air, selang pemadam (ukuran 1,5 dan 2 inci), pipa sedot spiral, nozel penyemprot, serta 8 unit pompa gendong.

  • Pendekatan Edukasi & Keterlibatan Masyarakat: Wakil Ketua GAPKI Kalsel, Jimmy S. Kalianda, menggarisbawahi bahwa warga lokal memiliki pemahaman paling baik mengenai pemetaan titik rawan. Oleh karena itu, edukasi kesadaran bahaya karhutla diberikan agar pencegahan dini dapat dimotori langsung oleh masyarakat.

  • Komitmen Lintas Sektor Berkelanjutan: CEO Perkebunan Sinar Mas Wilayah 3, Suryanto Bun, menegaskan bahwa kegiatan yang melibatkan 11 pemerintah desa di Kintap ini diarahkan untuk menjadi program rutin guna memperkuat kesiapsiagaan dari hulu ke hilir.

Melalui integrasi antara penanganan kesehatan, bantuan peralatan operasional, dan edukasi pencegahan dini, aksi kolaboratif di Tanah Laut ini menjadi bukti bahwa penanganan karhutla kini bergeser dari sekadar aksi pemadaman di hilir menuju mitigasi terpadu berbasis komunitas.

Sumber: smart-tbk.com

Artikel Terkait