Jakarta, SAWIT INDONESIA – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Grup Djarum setelah mendengar wafatnya Michael Bambang Hartono pada Kamis (19/3/2026) pukul 13.15 waktu Singapura.
Michael Bambang Hartono (lahir 2 Oktober 1939) adalah pendiri dan pemilik Grup Djarum bersama saudaranya, Robert Budi Hartono, yang memiliki diversifikasi bisnis sangat luas mulai dari rokok, perbankan, properti, elektronik sampai perkebunan termasuk kelapa sawit.
Di perkebunan sawit, Grup Djarum mengembangkan bisnisnya melalui PT Hartono Plantation Indonesia (HPI) Agro. Dari data yang dikumpulkan redaksi, perusahaan ini telah berdiri semenjak 2008 yang fokus mengembangkan perkebunan sawitnya di Kalimantan Barat. Total luasan perkebunannya telah mencapai di atas 85 ribu ha yang tersebar di 32 estate dan memiliki 6 pabrik kelapa sawit serta 1 kernel crushing plant.
Selain kelapa sawit, HPI Agro mengelola produk minyak, jarak, rempah-rempah, essential oil, dan gula. Penjualan produk ini ditujukan memenuhi kebutuhan di pasar ekspor dan dalam negeri.
Senior Manager Public Affair PT Djarum Kudus Purwono Nugroho, seperti dilansir dari LKBN Antara, menjelaskan bahwa lokasi pemakaman Michael Bambang Hartono telah ditetapkan di kompleks makam keluarga di Godo, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
Pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada latar belakang keluarga, mengingat leluhur almarhum berasal dari wilayah tersebut. Meski semasa hidupnya lebih banyak menetap di Jakarta, sedangkan anggota keluarga lainnya tersebar di berbagai daerah.
Sebelum dimakamkan, jenazah almarhum akan disemayamkan di dua lokasi. Pada 20-22 Maret 2026, jenazah akan disemayamkan di Grand Heaven, Jakarta, tepatnya di ruang 103–105 dan 107–108. Selanjutnya, jenazah akan dibawa ke Kabupaten Kudus untuk disemayamkan kembali di GOR Jati Kudus pada 22-25 Maret 2026.
Adapun rangkaian misa dan upacara pemakaman meliputi, misa tutup peti pada 20 Maret 2026 pukul 19.00 WIB di Grand Heaven, Jakarta. Sedangkan misa malam pada 24 Maret 2026, pukul 18.00 WIB di GOR Jati Kudus.
Untuk misa pelepasan dijadwalkan 25 Maret 2026 pukul 08.00 WIB. Sedangkan pemberangkatan dari GOR Jati pada 25 Maret 2026 pukul 09.00 WIB.
Upacara pemakaman dijadwalkan pukul 10.40 WIB di Godo, Kabupaten Rembang, sedangkan prosesi pemakamannya pukul 11.00 WIB.
Saat ini, jenazah almarhum yang wafat di Singapura masih dalam proses pemulangan ke Indonesia.
Almarhum juga aktif dalam kegiatan sosial melalui Djarum Foundation. Kontribusinya mencakup berbagai bidang, seperti lingkungan, pendidikan, budaya, dan olahraga.
Di bidang lingkungan, program penanaman pohon trembesi di sepanjang jalur Pantura Pulau Jawa menjadi salah satu kontribusi nyata. Sementara di sektor olahraga, Djarum Foundation dikenal aktif membina atlet bulu tangkis kelas dunia, serta mengembangkan cabang olahraga lain seperti sepak bola wanita, panahan, dan atletik sejak usia dini.
Di bidang seni dan pendidikan, yayasan tersebut juga menggagas festival teater pelajar serta program “Bakti Pendidikan” yang berfokus pada peningkatan kualitas SMK, pemberian beasiswa melalui Djarum Beasiswa Plus, serta peningkatan kompetensi tenaga pendidik.






