SAWIT INDONESIA - Pohon kelapa sawit sama seperti manusia, sama-sama makhluk hidup. Bagaimana kita merawat diri sendiri begitu juga caranya merawat pohon sawit. Hal inilah yang menjadi filosofi dari Best Planter Indonesia (BPI) yang diajarkan kepada peserta pelatihan Panen dan Pasca Panen yang diselenggarakan di Hotel Furaya, kota Pekanbaru pada tanggal 22 – 26 Juni 2026. Pelatihan ini merupakan program pengembangan sumber daya manusia Perkebunan dari BPDP (Badan Pengelola Dana Perkebunan) dan Ditjenbun (Direktorat Jenderal Perkebunan).
Filosofi berkebun sawit dimulai dari penentuan bapak dan ibu untuk menghasilkan anak yang unggul, yaitu dari bapak Fisifera dan Ibu Dura untuk menghasilkan anak Tenera. Untuk hidup normal, manusia terutama butuh minum, makan dan tempat tinggal. Tanaman sawit juga butuh air (minum), pupuk (makan) dan tanah yang gembur (rumah). Manusia yang kekurangan air akan lemah, letih, lesu, loyo karena dehidrasi. Begitu juga dengan tanaman sawit kekurangan air, pastinya pertumbuhan vegetative dan generatifnya terganggu, buahnya jadi sedikit di pohon, kebanyakan muncul bunga jantan.
Untuk bisa beraktivitas normal, manusia harus makan secara teratur 3x sehari dengan komposisi makanan yang bergizi (nasi, sayur, lauk, buah, sambel). Begitu juga dengan sawit yang butuh makan teratur 2x setahun (per semester) dengan komposisi makanan mengandung N, P, K, Mg dan B.
Dalam penjelasan lainnya, narasumber BPI yang berasal dari kalangan praktisi memberikan ilustrasi fotosintesis seperti memasak didapur. Dapur = lebar area daun, kompor = zat hijau daun (klorofil), gas untuk kompor = sinar matahari untuk fotosintesis, Bagaimana mungkin sawit bisa berbuah dengan banyak apabila dapurnya kecil. Jika dapurnya rusak akibat dimakan ulat, apabila kompornya rusak (warna daun tidak hijau) akibat kekurangan hara, bagaimana bisa hidangan makanannya bisa banyak?
Dikesempatan berikutnya diilustrasikan dengan seberapa banyak makanan yang dimakan sawit dalam 1 tahun. Manusia makan 3x sehari dan 1x makan adalah 1 piring, sehingga sehari makan 3 piring. Berapa dosis makan sawit? Dalam sesi pelatihan disampaikan narasumber BPI bahwa umur 1 tahun, sawit butuh makanan 1 kg NPK. Umur 2 tahun butuh makan 2 kg NPKMg. Umur 3 tahun butuh makan 3 kg NPKMgB sampai umur 7 tahun. Lebih dari 7 tahun, sawit butuh makan tetap 7 kg NPKMgB. Ini batas kemampuan perut dari sawit, sama seperti perut manusia yang begah karena kebanyakan makan.
Penyampaian materi pelatihan melalui ilustrasi dan contoh yang tepat ini menjadi salah satu dari keunggulan Best Planter Indonesia, dan metode ini sangat disukai oleh peserta pelatihan, langsung tepat sasaran secara praktis dan aplikatif.
Semoga dengan mengikuti pelatihan panen dan pasca panen yang diselenggarakan oleh BPI, alumni pelatihan bisa langsung memperbaiki tatacara kelola kebunnya sesuai arahan dari pelatihan, kita tunggu perbaikan hasil produksinya segera.
Yakinlah, usaha dan kerja kita tidak akan menghianati hasil.






