ACEH, SAWIT INDONESIA - Dalam upaya mendorong peningkatan produktivitas kebun kelapa sawit dan kesejahteraan petani swadaya serta mewujudkan tata kelola perkebunan yang ramah lingkungan, Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh serta Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Aceh Timur, bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian RI menggelar kegiatan Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit dalam rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia – Perkebunan (SDM-Perkebunan) tahun 2026. BPDP dan Ditjenbun menunjuk PT Best Planter Indonesia (BPI) – Bogor sebagai salah satu Lembaga Pelatihan yang sudah terpercaya menyelenggarakan pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit tahun 2022, 2023, 2024 dan 2025 untuk kegiatan saat ini.
Pelatihan Teknis Budidaya diikuti oleh 192 petani swadaya dari berbagai Kecamatan di Kabupaten Aceh Timur. Kegiatan dilaksanakan selama seminggu yaitu tanggal 31 Agustus – 5 September 2026 di Hotel Mekkah dan Hotel Grand Nanggroe, Kota Banda Aceh. Tujuan kegiatan ini adalah membekali petani dengan pemahaman modern mengenai teknik budidaya yang efisien dan berkelanjutan. Pembukaan acara pelatihan ini dilaksanakan pada hari Senin tanggal 31 Agustus 2026 yang dilaksanakan secara hybrid dimana acara pembukaan offline terpusat di ballroom Hotel Mekkah dan online di ballroom Hotel Grand Nanggroe.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi teknis budidaya kelapa sawit dari para mentor dan narasumber BPI, meliputi: regulasi dan kebijakan budidaya sawit, persiapan benih dan bahan tanam, persiapan lahan, teknis penanaman, pemeliharaan tanaman (TBM dan TM), pengendalian gulma, pemupukan, dan pengendalian hama dan penyakit. Materi diberikan dalam bentuk pembelajaran dikelas dan praktik lapangan (field trip).
Gambaran materi pelatihan seperti:
• Regulasi dan Kebijakan budidaya kelapa sawit: edukasi mengenai peraturan perundangan yang berlaku terkait kegiatan budidaya kelapa sawit
• Persiapan benih dan bahan tanam: edukasi mengenai pentingnya menghindari bibit kelapa sawit palsu (ilegitim) guna menjamin produktivitas jangka panjang.
• Persiapan lahan: edukasi mengenali jenis dan kelas lahan serta teknis persiapan lahan untuk budidaya kelapa sawit.
• Teknis penanaman: edukasi mengenai persiapan dan Teknik penanaman, agar mendapatkan hasil yang optimal.
• Pemeliharaan tanaman (TBM dan TM): edukasi mengenai teknik pemeliharaan tanaman dari mulai Tanaman Belum Menghasilkan sampai dengan masa Tanaman Menghasilkan.
• Pengendalian gulma: edukasi mengenai jenis-jenis gulma dan cara pengendaliannya secara kimia dan mekanis.
• Pemupukan: Strategi pemupukan yang memenuhi prinsip Tepat Jenis, Tepat Dosis, Tepat Waktu, Tepat Cara dan Tepat Sasaran demi mengoptimalkan biaya produksi.
• Pengendalian hama dan penyakit: edukasi mengenai jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman kelapa sawit dan cara pengendaliannya, baik secara biologis maupun kimiawi.
Sesi Kunjungan Lapang dilakukan hari Sabtu tanggal 5 September 2026 ke Koperasi Produsen Perkebunan Berkat Bunga Damai di Gampong Cot Girek, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh yang ditempuh dalam waktu 2 jam menggunakan bus.
Di lokasi kebun kunjungan lapang, para peserta mendapatkan penjelasan dan praktek terkait cara pengelolaan kebun terbaik dari Pengurus Koperasi dan Narasumber BPI. Beberapa materi lapangan antara lain prantek menghitung umur tanaman sawit berdasarkan lingkar pelepah, gejala defisiensi unsur hara, praktek penentuan tekstur tanah, sensus pengendalian hama dan penyakit tanaman, pengenalan gulma, serta praktek menghitung kecukupan pelepah di pohon sawit.
Dampak Nyata bagi Petani Swadaya
Salah satu tantangan terbesar petani kelapa sawit swadaya saat ini adalah produktivitas yang masih rendah. Melalui pelatihan budidaya ini, diharapkan peserta memahami dan dapat menerapkan tips dan trik untuk menaikkan produksi hasil panen dari semulanya kurang dari 1 ton/ha/panen menjadi sekitar 1.5 ton/ha/panen. BPI juga berkomitmen untuk melakukan pendampingan secara online kepada alumni pelatihan. Forum WA group ini bisa digunakan untuk saling berkomunikasi dalam menerapkan ilmu dan pengalaman pasca pelatihan.
Dengan adanya sinergi dari para pihak yang terlibat dalam pelatihan ini, diharapkan dapat menjadi pondasi dan momentum untuk mewujudkan industri kelapa sawit Indonesia yang kokoh, berdaya saing tinggi, dan tetap menjaga kelestarian alam.














