• Sabtu, 19 September 2026
Berita Terbaru

Menuju Kedaulatan dan Swasembada Energi Berbasis Sawit

Presiden RI, Prabowo Subianto menekankan perlunya swasembada energi supaya Indonesia tidak bergantung kepada negara lain. Sawit dapat menjadi alternatif terbaik.

Sebagai negara yang kaya sumberdaya alam, dijelaskannya, Indonesia memiliki beragam tanaman sebagai karunia Tuhan Maha Besar seperti kelapa sawit, singkong, tebu, sagu, dan jagung.

Menurut Prabowo, Indonesia tidak boleh bergantung kepada negara lain untuk memenuhi kebutuhan energi.

“Indonesia harus swasembada energi. Dalam keadaan genting, kita harus siap kemungkinan paling jelek. Jika terjadi keadaan yang tidak diinginkan, sangat sulit memenuhi sumberdaya energi dari negara lain,” urainya.

“Karena itu, kita harus swasembada energi dan kita mampu untuk swasembada energi,” tegasnya.

“Kita diberikan karunia oleh Tuhan mahabesar, tanaman - tanaman yang membuat Indonesia bisa tidak tergantung bangsa lain. Tanaman seperti kelapa sawit bisa menghasilkan solar dan bensin, kita juga punya tanaman - tanaman lain seperti singkong, tebu, sagu, jagung dan lain-lain,” kata Prabowo dalam pidatonya di Gedung MPR RI, Jakarta, Minggu (20 Oktober 2024).

Selain itu, dikatakan Prabowo bahwa Indonesia juga memiliki banyak energi geotehermal, batu bara hingga energi air. Selanjutnya, Prabowo mengatakan pemerintahan akan fokus untuk swasembada energi.

“Pemerintah yang saya pimpin akan fokus kepada swasembada energi. Selain itu, kita juga harus fokus kepada pengelolaan air,” tambahnya.

Presiden mengatakan bahwa di tengah ketidak pastian global yang terjadi saat ini, Indonesia harus segera mencapai swasembada pangan dalam waktu yang singkat. Menurutnya, dalam situasi krisis global, tidak ada negara yang akan memprioritaskan penjualan komoditas penting, seperti pangan.

“Karena itu tidak ada jalan lain, dalam waktu yang sesingkat - singkatnya kita harus mencapai ketahanan pangan, kita harus mampu memproduksi dan memenuhi kebutuhan pangan seluruh rakyat Indonesia,” ujar Presiden.

Kepala Negara optimis, bahwa dalam empat hingga lima tahun kedepan, Indonesia tidak hanya akan mampu swasemba dapangan, tetapi juga menjadi lumbung pangan dunia.

“Saya sudah mempelajari bersama pakar - pakar yang membantu saya, saya yakin paling lambat empat sampai lima tahun kita akan swasemba dapangan. Bahkan, kita siap menjadi lumbung pangan dunia,” tegasnya.

Dalam kampanyenya, lulusan Akmil tahun 1970 ini sangat sering menyampaikan targetnya meningkatkan penggunaan biodiesel dari B35 menjadi B50. Prabowo mengatakan akan mempercepat inovasi biodiesel dari B35 menjadi B50. Menurutnya, langkah ini dinilai dapat menghemat pengeluaran Indonesia mencapai USD 20 miliar dolar atau Rp 300 triliun (kursRp 15.401) per tahun.

Dijelaskan Pria Kelahiran 17 Oktober 1951 ini bahwa pemakaian energi Indonesia tidak perlu impor solar lagi, solar kita akan datang dari kelapa sawit, namanya biodiesel. Sekarang sudah B35, kita akan percepat jadi B40, B50 minimal.

“Dengan kita mencapai B50, Biodiesel 50 persen dari kelapa sawit, begitu kita mencapai 50 yang Insyaallah akhir tahun ini, kita akan menghemat USD 20 miliar satu tahun, uang kita tidak perlu kita kirim keluar negeri lagi,” ungkap Prabowo.

Selain itu, Prabowo dengan tegas mengungkapkan tidak takut apa bila Eropa melakukan embargo dan boikot terhadap kelapa sawit. Ia menilai momen itu akan dimanfaatkan dengan menggunakan kelapa sawit untuk swasembada energi.

“Kalian mau larang kelapa sawit kita masuk Eropa, saya katakan terima kasih, kami gunakan kelapa sawit kami untuk kepentingan rakyat kami, kami akan swasembada energi,” kata Prabowo.

Pertemuan dengan Negara Sahabat

Seusai pelantikan, Presiden Prabowo Subianto langsung menggelar jamuan santap malam resmi untuk para pemimpin negara dan utusan khusus yang hadir pada pelantikan Presiden dan Wakil Presiden masa jabatan 2024-2029.

Dalam kata pengantarnya, Kepala Negara menyampaikan ucapan terimakasih atas kehadiran para pemimpin negara dan utusan khusus pada acara jamuan santap malam. Presiden Prabowo menuturkan bahwa kehadiran para delegasi negara merupakan kehormatan besar khususnya bagi rakyat dan negara Indonesia.

“Sebuah fakta bahwa Anda harus melakukan perjalanan panjang, meninggalkan tugas penting baik politik maupun pemerintahan untuk menghabiskan waktu bersama kami, in isungguh sangat menyentuh dan mengharukan bagi kami,” ucapnya.

Presiden Prabowo mengatakan bahwa Indonesia baru saja mengalami demokrasi konstitusional. Kepala negara juga menyadari bahwa masih banyak hal yang perlu dipelajari dan ditingkatkan demi kemajuan bangsa.

“Kami menyadaribahwa kami harus meningkatkan semua pelayanan dan semua pelaksanaan demokrasi,” katanya. Mengakhiri sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan komitmennya untuk terus menjunjung tinggi hubungan antara Indonesia dengan para negara sahabat. Presiden juga meyakinkan para delegasi bahwa Indonesia merupakan mitra kerjasama terbaik.

Artikel Terkait