• Jumat, 2 Oktober 2026
Berita Terbaru

Menkeu Perkirakan Minyak Kelapa Sawit Alami Fluktuasi -10,1%

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan harga minyak kelapa sawit serta beberapa komoditas lainnya mengalami fluktuasi dalam beberapa waktu terakhir imbas ketegangan geopolitik dan cuaca. Sementara dibandingkan dengan akhir tahun lalu, sederet komoditas jauh lebih rendah.

"Harga komoditas masih fluktuasi koreksinya cukup dalam dari tahun lalu," ujar Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers, dikutip Selasa (28/11/2023).

Misalnya minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) -10,1% dan gandum -29%. Kemudian harga minyak dunia jenis brent -5,9% (year to date/ytd) menjadi level US$ 80,85 per barel. Kemudian ada batu bara yang -69,7%ytd.

"Berbagai komoditas pangan lain seperti wheat, soybean dan rice turun meski rice cukup tinggi naiknya 2 bulan terakhir ini dipengaruhi elnino dan inflasi di berbagai negara termasuk Indonesia jadi faktor kenaikan inflasi," tuturnya.

Sementara itu, harga minyak sawit mentah mayoritas ditutup menguat pada akhir perdagangan Selasa (28/11) di bursa berjangka Malaysia. Penguatan didukung oleh kekuatan minyak nabati substitusi.

Mayoritas kontrak harga minyak sawit mentah berjangka ditutup menguat pada akhir perdagangan Selasa (28/11) di bursa berjangka Malaysia. Laju CPO ikut terkerek oleh penguatan minyak nabati substitusi, meskipun permintaan rendah.

Selain itu, harga menguat ditopang oleh ekspektasi penurunan produksi. Tercatat harga CPO berjangka di Malaysia untuk kontrak Desember 2023 ditutup turun 10 poin atau 0,27% dari sebelumnya RM3.766/ton ke level RM3.756/ton. Untuk kontrak Januari 2024, harga CPO berjangka di Malaysia naik 4 poin atau 0,10% dari RM3.845/ton ke level RM3.849/ton. Sementara itu, harga CPO berjangka untuk kontrak Februari 2024 naik 6 poin atau 0,15% dari RM3.891/ton ke level RM3.897/ton

Artikel Terkait