• Sabtu, 19 September 2026
Berita Terbaru

Mendukung Sawit Berkelanjutan: BPDP dan BPI Melatih 128 Petani dari Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau Membuat dan Aplikasi Pupuk Organik

SAWIT INDONESIA - Upaya mewujudkan tata kelola perkebunan kelapa sawit yang ramah lingkungan dan efisien terus digalakkan. Sebagai bentuk komitmen nyata, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) berkolaborasi dengan Best Planter Indonesia (BPI) menggelar program pelatihan pembuatan dan aplikasi pupuk organik bagi 128 petani kelapa sawit asal Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Kegiatan ini berpusat di Hotel Furaya, Pekanbaru.

Program ini dirancang khusus untuk menjawab tantangan tingginya biaya pemupukan kimia serta penurunan kualitas tanah akibat pemupukan anorganik dan penggunaan herbisida kimia secara terus-menerus tanpa dimbangi dengan aplikasi pupuk organik. Dengan pendekatan interaktif dan berimbang—mengombinasikan 50% teori dan 50% praktik—peserta dibekali pemahaman mendalam di dalam kelas serta pengalaman langsung di lapangan.

Kurikulum & Praktik Pelatihan

Pelatihan tidak hanya berfokus pada penyampaian materi teknis di dalam ruangan, tetapi juga mencakup simulasi praktik didalam kelas dengan bahan-bahan yang murah, mudah didapat dan melimpah serta dilanjutkan dengan kunjungan lapangan untuk memastikan para petani benar-benar menguasai teknik pembuatan beragam pupuk organik.

Kombinasi Teori, Praktik Kelas, dan Kunjungan Lapangan

Selama pelatihan di Hotel Furaya Pekanbaru, para peserta diajak aktif berdiskusi dan langsung mempraktikkan formulasi pupuk. Dalam sesi praktik, petani belajar mengolah limbah perkebunan yang selama ini kurang dimaksimalkan, seperti tankos dan pelepah, menjadi kompos berkualitas tinggi serta biochar yang efektif mengikat nutrisi di dalam tanah dan mendukung Perpres N0.110 tahun 2025 tentang Nilai Ekonomi Karbon

Tak hanya itu, inovasi pupuk hayati cair seperti pembuatan Bakteri Asam Laktat dan Mikroorganisme Lokal (MOL) dari bahan limbah rumah tangga turut diajarkan. Petani juga diperkenalkan pada teknik pembuatan vermikompos (memanfaatkan sekresi cacing), yang terbukti ampuh menyuburkan area perakaran tanaman sawit secara alami.

Pendekatan Praktis 50:50 Melalui simulasi pembuatan langsung dan kunjungan lapangan, peserta tidak sekadar paham teori, tetapi diharapkan memiliki keahlian praktis (hands-on skills) yang siap diterapkan sekembalinya mereka ke kebun masing-masing di Rokan Hilir.

Pelatihan ini menjadi angin segar bagi para petani swadaya. Selain dapat menekan biaya pembelian pupuk kimia, penggunaan pupuk organik secara konsisten akan menjaga kesehatan tanah , meningkatkan produktivitas Tandan Buah Segar (TBS) jangka panjang. Dan yang paling penting adalah petani bisa mandiri dalam memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman kelapa sawit mereka. Sinergi BPDP dan BPI ini menjadi langkah konkret dalam mencetak petani sawit Rokan Hilir yang mandiri, sejahtera, dan berwawasan lingkungan.Lestari kebunku Lestari Bumiku, Maju terus Petani sawit Indonesia.

Artikel Terkait