• Jumat, 2 Oktober 2026
Edisi Terbaru

Memperluas Penggunaan Sawit

Salam Sawit Indonesia,

Data pemerintah menunjukkan190 jenis produk turunan sawit telah meluas penggunaannya di dalam negeri. Kini, produk turunan tersebut tidak hanya sebatas dari minyak sawit mentah dan inti sawit. Namun produk samping bahkan limbah sawit mampu diolah menjadi produk kerajinan pelaku UKM. Sebut saja produk lidi, tas, sendal, dan kertas yang semuanya ini berasal sisa pengolahan buah sawit. Ini artinya rangkaian ekonomi sirkular telah berjalan di perkebunan sawit.

Pelaku UKM telah menjadi rangkaian dari ekosistem industry sawit. Khususnya pelaku UKM yang bergerak di bidang makanan. Boleh dikatakan, produk turunan sawit seperti minyak goreng, margarin, shortening, dan Cocoa Butter Substitute (CBS) sangat mempengaruhi citarasa makanan. Pengembangan produk turunan sawit seiring dengan peningkatan kebutuhan dan permintaan yang terus meluas.

Majalah Sawit Indonesia dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) berkolaborasi mengadakanTemu UKMK dan Promosi Sawit Baik 2025 untuk mengedukasi pelaku UKM berkaitan penggunaan produk turunan sawit untuk produk olahan makanan dan non pangan. Di tahun ini, kami memilih kota Madiun sebagai tempat menyebarkan informasi positif sawit dan mengunjungi salah satu UKM pengguna produk sawit.

Di Rubrik Sajian Utama, ulasan Temu UKMK dan Promosi Sawit Baik 2025 disajikan secara lengkap. Terdapat 5 nara sumber yang mewakili pelaku UKM, pemerintah, dan perguruan tinggi yang memberikan pemaparan kepada 110 peserta event ini. Tak hanya teori, kami mengajak peserta mengunjungi Toko Bluder Moju untuk belajar pembuatan proses produksi roti. Pemilik Bluder Moju, Mas Arya menguraikan produk turunan sawit seperti margarin dan cocoa butter substitute sangat berperan agar roti terasa enak di lidah.

Di Rubrik Hot Issue, Gabungan Pengusaha Perkebunan Indonesia (GPPI) baru saja mengadakan Evaluasi Tahunan Ilmiah Kinerja Agribisnis Perkebunan 2025 yang membahas tema Diseminasi Inovasi dan Teknologi Petani Sawit, Kelapa, dan Kakao, dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan sektor perkebunan. Kegiatan ini menjadi bagian penting untuk mengokohkan peranan sektor perkebunan sebagai penyumbang devisa dan menyerap tenaga kerja. Selain itu, sektor ini juga berkontribusi terhadap keberlanjutan pembangunan nasional dan menjadi masa depan hilirisasi.

Pembaca, kami harapkan edisi ini semakin meningkatkan update informasi mengenai perkembangan industri sawit nasional. Memasuki pertengahan tahun 2025, semoga industry sawit menjadi semakin baik dan meningkatkan peranannya bagi perekonomian Indonesia.

Artikel Terkait