• Selasa, 3 November 2026
Berita Terbaru

Melesat 110 Persen, Ekspor Sawit Dorong Industri Pengolahan Jadi Penopang Utama Ekspor Nonmigas September 2026

JAKARTA, SAWIT INDONESIA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor nonmigas Indonesia membukukan pertumbuhan impresif pada September 2026. Nilai ekspor nonmigas mencapai US,64 miliar, meningkat 12,39 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sektor industri pengolahan (manufaktur) tampil sebagai motor penggerak utama pertumbuhan ini dengan kontribusi andil terhadap total kenaikan ekspor mencapai 13,56 persen.

Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa nilai ekspor sektor industri pengolahan secara agregat melonjak 16,78 persen (yoy)—dari US,93 miliar pada September 2025 menjadi US,27 miliar pada September 2026.

"Nilai ekspor sektor industri pengolahan tumbuh 16,78% dibandingkan September tahun lalu. Kenaikan tersebut memberikan andil kenaikan sebesar 13,56% terhadap kenaikan total ekspor," terang Amalia Adininggar Widyasanti dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/11/2026).

Poin-poin utama lonjakan ekspor komoditas manufaktur, kinerja pasar tujuan utama khususnya India, serta evaluasi ekspor sektoral kumulatif meliputi:

Lonjakan Komoditas Utama Industri Pengolahan (September 2026):

  • Minyak Kelapa Sawit (CPO): Menembus US,82 miliar, meroket 110,08 persen dibanding September 2025.

  • Tembaga: Melesat 184,98 persen menjadi US6,37 juta.

  • Produk Olahan Nikel: Tumbuh 32,98 persen menjadi US,15 miliar.

  • Pertumbuhan positif juga dicatatkan oleh komoditas aluminium, kimia dasar organik berbasis hasil pertanian, serta kimia dasar anorganik.

Penjualan ke Pasar India Lonjak 55,65% Didorong Lemak/Minyak Nabati:

  • Khusus September 2026, ekspor nonmigas ke India melonjak menjadi US,23 miliar (+55,65% yoy).

  • Penopang utama lonjakan ke pasar India adalah komoditas lemak dan minyak hewani/nabati yang meroket 460,36 persen—dari US2,41 juta (September 2025) menjadi US9,92 juta (September 2026).

  • Komoditas lain ke India yang tumbuh signifikan meliputi bahan bakar mineral (US1,23 juta), mesin dan perlengkapan elektrik (US4,00 juta/naik 350,97%), serta besi dan baja (US1,88 juta/naik 72,32%).

Peta Pasar Tujuan Utama dan Kinerja Kumulatif (Januari–September 2026):

  • Secara keseluruhan (Januari–September 2026), total ekspor Indonesia mencapai US1,23 miliar (+5,58% yoy), dengan ekspor industri pengolahan tumbuh 8,93 persen.

  • Tiga pasar tujuan ekspor nonmigas terbesar Indonesia sepanjang 2026 dipimpin oleh Tiongkok (US,17 miliar), disusul Amerika Serikat (US,39 miliar), dan India (US,00 miliar).

  • Di tengah performa kuat manufaktur, sektor hulu lainnya mencatatkan koreksi: sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan terkoreksi 18,42 persen, sementara sektor pertambangan dan lainnya menyusut 5,46 persen.

Capaian ini menegaskan peran krusial hilirisasi dan industri pengolahan komoditas khususnya kelapa sawit dan olahan tambang dalam menjaga ketahanan neraca perdagangan serta mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Sumber: ekonomi.bisnis.com

Artikel Terkait