Berita Terbaru
Langkah Efektifkan Pengendalian Karhutla di Sumatera Barat
Dalam upaya mengefektifkan langkah pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Sumatera Barat, dilaksanakan Rapat Koordinasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2022 di Provinsi Sumatera Barat (15/6/2022). Rapat yang dipimpin oleh Asdep 4/V Kamtibmas Kemenkopolhukam ini dihadiri oleh para pihak terkait lingkup Pemerintah Pusat, Pemprov Sumatera Barat, Pemkab Pesisir Selatan, Pemkab Pasaman Barat dan Pemkab Dharmasraya.
Kasubdit Penanggulangan Karhutla Direktorat PKHL, Israr Albar yang hadir pada rapat koordinasi tersebut pada paparannya mengingatkan kembali arahan Presiden RI dalam mengantisipasi karhutla agar memprioritaskan upaya pencegahan melalui deteksi dini, monitoring areal rawan hotspot atau titik panas dan pemantauan kondisi harian di lapangan.
Israr menyebutkan bahwa hingga Mei 2022, tercatat 484 titik panas di Sumatera Barat atau naik 167% dibandingkan tahun 2021. Tiga wilayah terbanyak ditemukan titik panas adalah di Kabupaten Pesisir Selatan, Dharmasraya, dan Lima Puluh Kota.
Sumatera Barat juga berada pada posisi ke-2 dengan luas karhutla tertinggi di Indonesia dan sekaligus tertinggi di Pulau Sumatera.
“Berdasarkan data periode Januari-Mei 2022 karhutla di wilayah Sumatera Barat seluas 9.045 ha,” sebut Israr.
Sebagaimana dilaporkan pemadaman karhutla di Kabupaten Pesisir Selatan telah berlangsung hampir satu bulan. Pemadaman diupayakan oleh para petugas dari Dinas Kehutanan Sumatera Barat, Satgas Dalkarhutla Kabupaten Pesisir Selatan dan perbantuan dari Manggala Agni Daops Muara Tebo. Karhutla yang terjadi di areal gambut tersebut cukup terkendala sulitnya air untuk bahan pemadaman.
Israr mengingatkan bahaya karhutla yang masih mengintai, mengingat puncak musim kemarau di Provinsi Sumatera Barat baru dimulai Bulan Juni 2022, dan diprakirakan Oktober 2022 sebagai puncaknya.
“Untuk mengatasi masalah karhutla di Provinsi Sumbar, perlu mengefektifkan langkah-langkah antara lain membentuk satgas terpadu lintas sektoral, serta memprioritaskan penanganan karhutla di daerah yang tingkat kerawanan karhutlanya tinggi, seperti di Kabupaten Pesisir Selatan, Pasaman Barat, Dharmasraya, dan Pasaman”, tegas Israr.
Sebagai hasil tindaklanjut rapat koordinasi ini, dihasilkan rekomendasi-rekomendasi penanganan karhutla di Sumatera Barat, dan akan segera diturunkan tim terpadu ke lapangan di Kabupaten Pesisir Selatan.
Sumber: siponggi.menlhk.go.id














