• Kamis, 8 Oktober 2026
Berita Terbaru

Pekebun Sawit OKI Akui Pelatihan Panen dan Pascapanen Buka Wawasan Baru dan Siap Bagikan Ilmunya

Palembang, SAWIT INDONESIA — Bagi banyak pekebun sawit, kegiatan panen sudah menjadi pekerjaan rutin yang dilakukan. Namun, pelatihan yang tepat membuktikan bahwa praktik yang selama ini dianggap benar ternyata masih menyimpan banyak kekurangan yang perlu diperbaiki.

Hal itu diungkapkan Subali, salah satu peserta ‘Pelatihan Panen dan Pascapanen Kelapa Sawit’ program Pengembangan SDM Perkebunan (SDMP) 2026 asal Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, saat mewakili 122 peserta pada malam penutupan pelatihan Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit yang berlangsung 8 – 12 Juni 2026, di kota Palembang.

Menurut Subali, pelatihan yang diselenggarakan melalui kolaborasi berbagai pihak tersebut memberikan wawasan baru bagi para petani yang selama ini telah berkecimpung langsung di sektor sawit.

“Peserta ini sebenarnya tidak asing lagi dengan persawitan. Setiap hari kami menggeluti sawit, mulai dari panen, menentukan buah matang, hingga perawatan kebun. Namun setelah mendapatkan materi dari para narasumber, ternyata masih banyak hal yang selama ini kurang tepat,” ujarnya, pada Jum’at (12 Juni 2026) saat acara penutupan pelatihan.

Ia menilai pelatihan menjadi sarana penting untuk meningkatkan kapasitas petani, terutama dalam menerapkan teknik panen yang benar guna mendukung produktivitas dan kualitas hasil kebun.

“Panen itu sebenarnya gampang, tetapi yang benar itu yang harus kita pelajari. Rupanya setelah diberikan materi oleh narasumber, banyak juga yang selama ini masih salah. Inilah manfaat besar dari pelatihan ini,” katanya.

Subali mengaku bersyukur dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak 8 hingga 12 Juni. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara (AKPY yang didukung BPDP dan Ditjen Perkebunan) dan para narasumber yang telah berbagi pengetahuan serta pengalaman kepada para peserta.

“Atas nama teman-teman peserta, kami mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara dan para narasumber yang telah membimbing selama enam hari. Ilmu yang kami dapatkan menjadi kekuatan bagi kami untuk memperbaiki praktik budidaya di lapangan,” tuturnya.

Lebih jauh, ia berharap program pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun agar semakin banyak pekebun yang memperoleh pengetahuan dan keterampilan terbaru.

“Harapan kami, pelatihan seperti ini terus diadakan setiap tahun. Dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang kurang benar menjadi lebih benar. Ilmu yang kami peroleh sangat bermanfaat bagi petani sawit,” ungkapnya.

Tidak hanya untuk diterapkan di kebun masing-masing, Subali berkomitmen membagikan ilmu yang diperoleh kepada petani lain di desa dan koperasi tempatnya bernaung.

“Apa yang kami dapatkan selama pelatihan ini akan kami sampaikan kembali kepada teman-teman di desa maupun di KUD. Hal-hal yang masih kurang baik akan kami perbaiki agar praktik panen dan pascapanen semakin baik,” katanya.

Selain mendapatkan ilmu teknis, pelatihan juga menjadi ajang mempererat hubungan antarsesama pekebun dari berbagai daerah. Menurut Subali, suasana kebersamaan yang terjalin selama pelatihan menjadi pengalaman berharga bagi seluruh peserta.

“Yang tadinya belum kenal menjadi kenal, bahkan saudara yang lama tidak bertemu bisa bertemu kembali di sini. Itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Subali menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelatihan terdapat sikap atau perkataan peserta yang kurang berkenan. Ia menegaskan bahwa seluruh peserta berkomitmen menerapkan ilmu yang telah diperoleh demi meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pekebun sawit di daerah masing-masing.

“Kami berharap ilmu yang diberikan selama enam hari ini dapat menjadi bekal untuk memperbaiki praktik panen dan pascapanen di lapangan sehingga hasil yang diperoleh petani semakin baik,” pungkasnya.

Artikel Terkait