Jakarta, SAWIT INDONESIA – PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk mencetak kenaikan pendapatan menjadi Rp7,19 triliun sepanjang semester I 2025. Capaian ini tumbuh 39,78% dari periode sama tahun lalu berjumlah Rp5,14 triliun.
Selanjutnya, beban pokok penjualan Perseroan naik sebesar 32,13%, dari Rp3,53 triliun pada semester I 2024, menjadi Rp4,67 triliun pada semester I 2025. Tetapi, laba kotor emiten produsen perkebunan sawit dan minyak sawit mentah (CPO) itu tumbuh 56,55% menjadi Rp2,52 triliun pada semester I 2025, dibanding Rp1,61 triliun pada semester I tahun 2024.
Setelah dikurangi beban penjualan, beban umum dan administrasi, kerugian atas nilai wajar aset biologis, serta beban lain-lain, laba usaha perusahaan sebesar Rp1,25 triliun pada semester I 2025, naik 41,84% jika dibandingkan Rp886,77 miliar pada semester I 2024.
Alhasil, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp691,44 miliar pada semester I 2025, melonjak 80,8% jika dibandingkan Rp382,40 miliar pada periode sama 2024.
Ciamiknya pendapatan emiten berkode SSMS ini ditopang oleh penjualan produk palm olein, palm setarin, minyak inti sawit, minyak kelapa sawit, inti sawit, dan asam lemak distilat ke pihak ketiga yakni sebesar Rp4,54 triliun, sekitar 63,16% dari total pendapatan.
Sedangkan penjualan palm olein, Palm stearin, tandan buah segar dan asam lemak distilat menyumbang pendapatan sebesar Rp2,65 triliun.














