• Selasa, 29 September 2026
Berita Terbaru

Ekspor Indonesia Cetak Rekor, Sawit Salah Satu Penyumbangnya

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Pertumbuhan ekspor industri pengolahan secara month to month (mom) dan year on year (yoy) mengalami peningkatan signifikan. Kelapa sawit termasuk komoditas di industri pengolahan yang tumbuh 168,68 persen untuk periode tahunan sampai perdagangan ekspor Agustus 2021.

“Minyak kelapa sawit tumbuh 168,68 persen. Lalu besi atau baja tumbuh 110,3 persen. Kimia organik tumbuh 121,76 persen,” ujar Kepala BPS Margo Yuwono melalui livestreaming di youtube BPS, Rabu (15 September 2021).

Begitupula dari periode bulanan, kelapa sawit tumbuh 68,98 persen. Disusul komoditas timah yang naik 56,29 persen.

“Ini adalah beberapa komoditas yang tumbuhnya tinggi baik secara month to month dan yoy yang tergabung dalam kelompok industri olahan,” ujar Margo.

Dijelaskan Margo Yuwono, kinerja ekspor Indonesia mendapatkan dukungan kenaikan dari harga maupun volume. Peningkatan ekspor bersumber dari kontribusi komoditas minyak sawit dan batu bara.

"Dari komoditasnya, kontribusi tertinggi dari minyak sawit, batu bara, juga minyak kernel yang harganya di internasional mengalami peningkatan," urai Margo.

Selain itu, produk pertanian yang mengalami pertumbuhan antara lain kopi sebesar 30,55 persen, buah-buahan tahunan tumbuh 70,03 persen dan hasil hutan bukan kayu lainnya tumbuh sebesar 33,76 persen.

Secara keseluruhan, kata Margo, sumbangan ekspor nonmigas Indonesia pada Januari-Agustus 2021 mencapai 94,45 persen, di mana sektor pertanian menyumbang 1,82 persen.

Nilai ekspor Indonesia Agustus 2021 mencapai US,42 miliar atau naik 20,95 persen dibanding ekspor Juli 2021 sebesar US,73 miliar. Secara year on year, ekspor Indonesia Agustus naik tajam 64,10 persen daripada periode sama tahun lalu sebesar US,05 miliar.

Ekspor nonmigas Agustus 2021 mencapai US,36 miliar, naik 21,75 persen dibanding Juli 2021, dan naik 63,43 persen dibanding ekspor nonmigas Agustus 2020 sebesar US,45 miliar. Kontribusi ekspor nonmigas mencapai 95 persen dari total ekspor bulan Agustus 2021.

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Agustus 2021 mencapai US2,01 miliar atau naik 37,77 persen dibanding periode yang sama tahun 2020 sebesar US$ 103,07 miliar.

“Surplus perdagangan tertinggi sejak Desember 2006, terakhir surplus kita US,64 miliar. Hingga Agustus tahun ini, surplus mencapai US,74 miliar,” jelas Margo.

Demikian juga ekspor nonmigas mencapai US4,13 miliar atau naik 37,03 persen dari periode sama tahun lalu berjumlah US,88 miliar. Sumbangan sektor nonmigas ini mencapai 94,45% dari total ekspor Indonesia di Januari-Agustus 2021.

Artikel Terkait